Bulog Serap 224,423 Ton Beras di Sulselbar

Perum Bulog berkomitmen mewujudkan ketahanan pangan melalui percepatan penyerapan gabah/ beras petani di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar). Target pengadaan Bulog Divre Sulselbar untuk triwulan I-2019 sebanyak 224.423 ton.

 

Untuk itu, Perum Bulog Divre Sulselbar bekerja sama dengan Pemprov Sulsel, TNI, Dinas Pertanian, dan pihak terkait lainnya menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Serap Gabah/Beras Petani (Sergab) Tahun 2019 di Makassar, Kamis (7/2).

 

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar, Gubernur Sulsel M Nurdin Abdullah, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, Kepala Perum Bulog Divre Sulselbar Mansur Siri, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta para Dandim di Wilayah Sulselbar.

 

Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar menegaskan, Bulog siap mendukung ketahanan pangan dan lumbung beras yang diandalkan di Indonesia salah satunya di wilayah Sulsel. Kapasitas gudang Bulog Divre Sulselbar sebesar 377.600 ton yang tersebar dari Mamuju sampai Pulau Selayar. Serapan Bulog saat panen raya bisa mencapai 2 juta ton lebih.

 

“Bulog mempunyai peran mewujudkan ketahanan pangan dan lumbung beras di Indonesia. Sesuai peraturan gubernur (pergub), minimal 10% dari total produksi padi di wilayah Sulsel diserap Perum Bulog. Target pengadaan Bulog Divre Sulselbar untuk triwulan I-2019 sebanyak 224.423 ton,” terang Bachtiar.

 

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam sambutannya mengharapkan serapan Bulog terhadap produksi beras petani bisa naik hingga di atas 15%. Alasannya, Sulsel menyuplai kebutuhan beras 27 provinsi di Indonesia dan Sulsel masih memiliki potensi di beberapa daerah, di antaranya Luwu Raya.

 

Untuk itu, Nurdin akan terus mendukung dan mendorong serapan Bulog lebih besar, bukan hanya 10%. Gubernur Sulsel juga akan mengeluarkan pergub agar 15% dari hasil panen di wilayah Sulsel dapat diserap oleh Bulog (offtaker).

 

“Bukan hanya 10%. Sulsel masih memiliki potensi. Ada daerah yang belum dilirik, di antaranya Luwu Raya. Orang Luwu Raya beli beras di Sidrap dan tantangan Bulog untuk membangun rice processing di Luwu Raya,” kata dia.

(beritasatu.com)