Sidak ke 2 Pasar Induk, Buwas: Stok Beras di Cipinang Melimpah

Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas melakukan pengecekan harga beras di Pasar Kramat Jati dan Pasar Induk Beras Cipinang pada pagi hari ini.

 

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menambahkan, stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini mencapai 2,7 juta ton yang ada di gudang. Dari 2,7 juta ton beras itu, kata dia, sebanyak stok 550 ribu ton beras disimpan di gudang luar.

 

Namun, Buwas mengatakan beras yang digelontorkan Bulog dalam operasi pasar memang belum terserap maksimal. Ia berharap beras tersebut bisa terserap sebanyak 15 ribu ton setiap hari untuk stabilitas harga. "Ternyata memang serapannya kecil. Kita cek di lapangan hari ini stok beras banyak," kata dia di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

 

Buwas menjelaskan stok beras di PIBC berlimpah mencapai 50 ribu ton. Padahal, kata dia, stok beras di PIBC biasanya hanya berada di angka 20 ribu ton sampai 30 ribu ton.

 

Dari hasil peninjauannya itu, Menteri Amran mengatakan stok beras masih dalam kondisi aman. Saat ini ada sekitar 50 ribu ton beras di PIBC. "Suplai cukup dari food station. Itu dua kali lipat dari stok standar biasanya," kata dia.

 

Perihal beras sebelumnya sempat terjadi perdebatan antara Bos Bulog Budi Waseso dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait impor beras hingga 2 juta ton yang dinilai belum dibutuhkan. Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah harus melakukan impor beras karena minimnya stok di dalam negeri.

 

Darmin mengatakan stok beras nasional tak aman tanpa impor beras. Hal ini merujuk pada data terbaru yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik di Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018.

 

(Tempo.co)