Sistem Pergudangan PT Food Station Tjipinang Dinilai Transparan

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, tidak memasukkan satu pun PNS atau mantan PNS ke PT Food Station Tjipinang. Kebijakan ini dilakukan agar BUMD ini lebih transparan dalam pengelolaan keuangan dan dapat berkembang lebih maju menjadi perusahaan yang profesional.


"Kita tidak akan memasukkan satupun PNS atau mantan PNS ke dalam jajaran komisaris maupun direksi PT Food Station Tjipinang," kata Gubernur.

 

Menurutnya, sistem pergudangan di PT Food Station Tjipinang saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Sistem pergudangan dinilai sudah transparan, terutama penggunaan keuangan sudah sangat transparan dan komputerisasi.

 

"Sekarang semua keuangan tercatat dengan baik. Jadi ini betul-betul pola perusahaan swasta yang transparan dan sangat independen," lanjut gubernur.

 

Basuki membandingkan pengelolaan keuangan sebelumnya. Dahulu, keluar masuk beras tidak tercatat, hingga terjadi kehilangan keuangan mencapai Rp 3 miliar.

 

Sementara mengenai laba bersih, saat ini masih kecil, yakni baru sekitar Rp 6 miliar, karena yang diutamakan saat ini adalah ketahanan pangan terlebih dulu.

 

(Beritajakarta.com)

Mesin Pengolah Beras Diresmikan Gubernur DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Mesin Pengolah Beras (Rice to Rice) milik PT Food Station Tjipinang Jaya, di Gudang SRG Pasar Induk Beras Cipinang, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jumat (17/6/16). Mesin pengolah beras yang didatangkan dari Vietnam ini memiliki kapasitas produksi hingga 4-5 ton per jam.

PT Food Station Gelar RUPS Tahun Buku 2015

PT Food Station Tjipinang Jaya selaku pengelola tunggal Pasar Induk Beras Cipinang menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2015, di Ruang Utama PT Food Station, Cipinang, Jakarta Timur, 17 Juni 2016.