Andre Rosiade Sebut PT Food Station Bisa Menjadi Role Model bagi Bulog dan BUMN Pangan Lain

Jakarta – Mampu menyeimbangkan antara kewajiban menjalankan Kegiatan Strategis Daerah dan meraih pendapatan dengan lancar, PT Food Station Tjipinang Jaya menuai pujian dari Anggota Komisi 6 DPR RI Andre Rosiade. Dengan keberhasilan tersebut, PT Food Station bisa menjadi role model untuk mentransformasi Bulog dan BUMN Pangan lain yang ada di Indonesia.


Pandangan tersebut disampaikan Andre usai berkunjung ke Fasilitas Produksi dan Pergudangan milik PT Food Station Tjipinang Jaya, pertengahan Juni lalu.

 

Menurut Andre PT Food Station Tjipinang Jaya merupakan salah satu BUMD yang sudah mampu mendatangkan kebaikan bagi Pemerintah Provinsi DKI dan warga Jakarta.


Dalam pandangan Andre kehadiran BUMD pangan tentunya dapat dilihat sebagai salah satu dari misi suci yakni bagaimana Pemerintah Daerah menjamin kecukupan pasokan pangan bagi warga dengan harga terjangkau.


Di usia yang ke 48 PT Food Station Tjipinang Jaya sebagai BUMD milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bukan lagi sekedar menjaga kecukupan pasokan pangan bagi warga DKI, tapi telah berkembang menjadi salah satu infrastruktur ketahanan pangan nasional. PT Food Station memiliki mitra yang tersebar di luar jakarta.


BUMD pangan ini lanjut Andre sudah bisa melaksanakan kewajiban Public Service Obligation (PSO), tapi disisi lain FS juga mendapatkan pendapatan yang bagus sekitar Rp2,1 triliun dan juga berkonribusi kepada APBD DKI Jakarta.


“Ini salah satu contoh BUMD yang sehat yang dikelola baik dan propfesional dan tidak menjadi “cash cow” bagi pejabat daerah karena itu saya rasa ini bisa ditiru oleh Pemerintah Pusat untuk bagimana mentransformasi Bulog dan BUMN pangan lainnya yang ada di Indonesia,” ujar Andre.


Di tahun 2018, Food station mencapai pendapatan Rp. 1,6 Triliun, sedikit diatas BUMN pangan PT Berdikari yang mencapai 1.4 Triliun dan dibawah PT Pertani yang mencapai Rp. 1.7 Triliun. Namun laba bersih Food Station mencapai Rp. 30 Miliar, dibandingkan PT Berdikari yang mencapai 18.4 Miliar dan PT Pertani yang mengalami rugi Rp. 84.8 Miliar. Tak ada kata lain untuk mencapai itu semua: profesionalisme dan akuntabilitas.


Dalam beberapa kali kunjungan saya melihat begitu banyak anak muda di PT Food Station. PT Food Station bukan lagi sekedar badan usaha pangan, tapi telah menjadi professional center di sektor manajemen ketahanan pangan. Semoga hal ini terus berkembang.


Mantan aktivis Mahasiswa Universitas Trisakti berjanji akan menyampaikan usulan transformasi ini kepada Menteri BUMN Erick Thohir saat pelaksanaan rapat kerja dengan Komisi 6 DPR.


“Sebagai anggota Komisi 6 DPR RI saya akan menyampaikan hal ini kepada Menteri BUMN yaitu bagaimana PT Food Station Tjipinang Jaya bisa menjadi role model untuk mentransformasi Bulog dan BUMN Pangan lainnya agar bisa lebih maju lagi,”tandas Andre.


Sekedar informasi selain Bulog masih ada beberapa BUMN Pangan lain di Indonesia. Beberapa BUMN tersebut antara lain PT Pertani, PT Berdikari dan PT Shang Hyang Sri.


(jakrev.com)