Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Barang kebutuhan Pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2019.

Setiap menjelang HKBN (Hari Besar Keagamaan Nasional), anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta melakukan rapat guna memantau pasokan kebutuhan pokok guna stabilisasi harga yang biasanya pada HBKN melonjak tinggi.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Saefullah yang didampingi oleh Inspektur Jendral Kementerian perdagangan Srie Agustina serta hadir anggota TPID lainnya seperti Bank Indonesia, DKPKP, dan juga BUMD pangan yakni PD. Pasar Jaya, PD. Dharma Jaya dan Food Station Tjipinang Jaya yang dihadiri oleh Direktur Operasional Frans M. Tambunan.

Frans M. Tambunan mengatakan, "untuk stock beras saat ini kita berada di stock yang aman yakni 52.000 ton diatas jumlah batas stock di 30.000 ton. Kami saat ini juga sedang mempelajari inovasi ATM Beras untuk masyarakat kurang mampu yang tidak mendapat manfaat program pemerintah seperti KJP.

Rencananya minggu depan kami akan memberikan 5 mesin ATM Beras untuk kami taruh dilokasi yang nantinya kami dapatkan datanya yang berasal dari dinas-dinas terkait. Untuk stock bawang putih, kami memiliki kuota impor 15.000 ton. Saat ini sampai dengan desember 2019 kami masih memiliki kuota sebesar 3000 ton, jadi kami pastikan stock akan aman."

Didalam rapat, para anggota TPID menyampaikan data-data seperti jumlah pasokan juga harga kebutuhan pokok. Sekretaris Daerah Saefullah menyampaikan, "seperti yang kita ketahui rapat ini bertujuan untuk menghadapi ketersediaan stock pasokan guna menjaga harga yg stabil. Maka dari itu untuk mempersiapkan HKBN nanti ada rapat lanjutan pada desember 2019 agar terkoordinasi memastikan semuanya aman."

Didalam rapat ini membahas peninjauan harga bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar seperti beras, bawang, cabe, daging, dll. Bukan hal yang mudah dalam mempersiapkan menjelang HKBN, karena konsumsi masyarakat akan bertambah dari hari-hari biasanya yang mana stock kebutuhan harus dipersiapkan lebih dari seperti biasanya.