PT Food Station Membangun Kemitraan Usaha di Bidang Persusuan yang sehat antara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) dengan Usaha Menengah/ Besar

Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) menyoroti perkembangan usaha di bidang usaha susu dengan mengundang Food Station, GKSI (Gabungan Koperasi Susu Indonesia) dan Sukanda Jaya.

 

Menurut Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM bidang Hubungan Antar Lembaga, Abdul Kadir Damanik, "Peningkatan konsumsi produk olahan susu menjadi peluang bagi peternak susu di kelas usaha kecil dan menengah untuk mendistribusikan hasil perahnya ke perusahaan-perusahaan produsen produk olahan susu".

 

Seperti hal yang dilakukan Food Station, "Kita menyerap susu dari peternak GKSI lembang mencapai 1.7 juta liter/bulan untuk program KJP (Kartu Jakarta Pintar) Plus. Khusus DKI Jakarta setiap bulannya siswa/siswi penerima KJP mendapatkan susu UHT 24 pcs/bulannya yang mana bisa di konsumsi 1 pcs/harinya.

Tujuan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan diberikannya susu UHT yakni agar kedepannya dapat meningkatkan kecerdasan generasi yang akan datang". Ungkap Direktur Utama Food Station Arief Prasetyo Adi yang pada saat itu didampingi oleh Kepala Seksi Pengadaan Food Station Laras Ramadhiany.

 

Akan tetapi banyak permasalahan-permasalahan dalam perkembangan usaha susu seperti yang dijelaskan Yusuf Munawar, Managing Director PT ISAM yang merupakan unit usaha pengolahan susu (GKSI) memaparkan permasalahan-permasalahan para peternak kecil dari sulitnya mencari pakan ternak karena penyempitan lahan dan sedikitnya jumlah populasi sapi yang juga berkurang. Kualitas pangan yang kurang baik dapat mempengaruhi kualitas susu yang dihasilkan. GKSI memenuhi kebutuhan PT. Sukanda Djaya saja sebanyak 220-240 ton perhari.

 

Sales & marketing Director PT. Sukanda Djaya Melissa Huang menambahkan bahwa perusahaannya saat ini menerima order dari Food Station untuk program KJP 1,7 juta liter/bulan yang mana kebutuhan tersebut bisa saja terus meningkat. Dengan meningkatnya kebutuhan produksi susu maka meningkatnya kebutuhan pakan ternak.

 

Arief menambahkan, "Permasalahan pakan ternak ini bisa dengan mudah terselesaikan asalkan pemerintah serius menanganinya dengan cara memperbanyak ladang tempat tempat rumput tumbuh. Ini dapat dilakukan dengan cara membangun kerjasama antar stakeholder yakni Kementerian yang terlibat dan juga PTPN ( PT. Perkebunan Nusantara) VIII."

 

permasalahan-permasalahan yang terjadi pada peternak harus terselesaikan agar meningkat produktivitas susu sebanyak 20%. Dengan meningkatnya produktivitas susu dapat memenuhi kebutuhan secara nasional.

(ivn)