Koordinasi Food Station dengan Bulog Divre Jakarta-Banten mengenai Pelaksanaan Stabilisasi Harga Beras Wilayah DKI Jakarta

Memasuki akhir tahun dari juli sampai dengan november curah hujan sangat sedikit. Itu artinya akan kesulitan pasokan beras, harga gabah pun meroket tinggi. Pemerintah melalui BUMN dan BUMD pangannya berkewajiban menstabilkan harga beras, Bulog dan Food Station memiliki tugas yang sama yakni menjaga ketahanan pangan.


Dalam rapat hadir Direktur Utama Food Station Arief Prasetyo Adi, Direktur Operasional Food Station Frans M. Tambunan serta Kepala Bagian Pengadaan Food Station Ferry Ferdiansyah. Hadir juga perwakilan Perumda Pasar Jaya, Satgas pangan dan juga ada SKPD terkait. (11/9)


Dengan hadirnya berbagai macam instansi terkait, rapat koordinasi kali ini untuk diadakan Operasi Pasar atau yang sekarang disebut KSPH (Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga). Dengan hadirnya pemerintah untuk menggelontorkan pasokan beras, maka harga beras pun akan stabil. Seperti halnya prinsip ekonomi, harga akan stabil apabila tercukupi pasokan.


"Kami Food Station akan membantu serta terus bersinergi dengan Bulog dalam menjaga ketersediaan pasokan beras. Pemerintah harus berperan melalui BUMD dan BUMN nya dalam membantu masyarakat, karena beras ini juga sangat mempengaruhi inflasi daerah sebesar 27%. Apalagi info dari BMKG daerah-daerah sentra produksi beras sudah banyak yang mengalami kekeringan, harga gabah pun akan meningkat drastis seiring menipisnya pasokan nasional". Ucap Arief


Frans menambahkan, "pada bulan november sampai dengan februari, kami menjaga stock dengan melakukan serapan ke Bulog. Karena pada saat ini sedang musim kekeringan diberbagai wilayah sedangkan kami harus memiliki stock."


Rapat ini juga mengatur mekanisme alur KPSH, dalam forum ini pelaksaan KPSH ditunjuk kepada PT. Food Station Tjipinang Jaya.