Food Station Ikut Serta Seminar & Focus Group Discussion Indonesian Beyond 2019

Dalam meningkatkan produksi dan nilai tambah pada sektor pertanian maka harus diperhatikan unsur-unsur yang bisa memacu pertumbuhan sektor-sektor unggulan 2020-2024.


Direktur Operasional Food Station Frans M. Tambunan hadir sebagai pembicara dalam seminar FGD tersebut. Acara berlangsung dipimpin oleh Prof. Andreas yang juga sebagai moderator dalam acara tersebut di Hotel Mercure Kuningan Jakarta Selatan. Rabu 7 Agustus 2019.


Frans mengatakan,"Untuk kedepan permasalahan-permasalahan dalam bidang pertanian yang akan kita hadapi yaitu kecendrungan penurunan produksi akibat degradasi kesuburan lahan tanah juga perubahan iklim," Unkap Frans.


"Tingginya alih fungsi lahan pertanian, menurunnya minat tenaga kerja dalam bidang pertanian, lemahnya penanganan pasca panen sehingga menyebabkan tingginya kehilangan hasil produksi dan proses penanaman masih secara kualitas maupun kuantitas belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebutuhan pasar" Lanjut Frans.


"Nah maka dari itu, kami usulkan secara konkrit langkah-langkah memacu sektor unggulan kedepan yakni menzonasi daerah pertanian unggulan, program produktivitas yang tepat sasaran, contract farming-coorpoorate farming, duplicate best practices serta regulasi pemerintah yang bisa memacu hasil industri pertanian seperti industri bawang goreng, cabe kering, dll." Tambah Frans saat mempresentasikan paparannnya.


Untuk menjaga pasokan dan stabilisasi harga harus adanya sistem yang berkesinambungan dari hulu ke hilirnya.


Banyak aspek-aspek dalam membangun pertumbuhan ketahanan pangan. Dari aspek ketersediaan, produksi harus mencukupi dan stabil dalam memproduksi dan mengembangkan sentra produksi baru serta pemanfaatan lahan rawa dan lahan tidur.


Lalu aspek distribusi harus diperhatikan defisit dan surplus area, harga, pasokan, aksesibilitas fisik, aksesibilitas ekonomi serta rancangan siglognas pangan pokok.


Ada aspek konsumsi yang selama ini masyarakat Indonesia kualitas konsumsinya masih rendah, penanganan triple of malnutrition dan pemanfaatan pangan lokal juga ada penanganan daerah rentan rawan pangan.