Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Hadiri Forum Konsultasi Publik

PT Food Station Tjipinang Jaya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut menghadiri pembukaan Forum Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta tahun 2020, yang diselenggarakan di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, dihadiri langsung oleh Direktur Utma PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi dan Sekertaris Perusahaan, Suratmin Suria Wijaya, Rabu 13 Maret 2019.


Forum Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta tahun 2020,dibuka oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.


Gubernur DKI menekankan, perlu adanya pertumbuhan yang berkualitas di Jakarta agar peningkatan kesejahteraan dapat berkelanjutan.


“Kita menginginkan agar Jakarta menjadi tempat di mana peningkatan kesejahteraan itu bisa berkelanjutan, itu artinya kegiatan perekonomian harus tumbuh. Kita menginginkan agar di Jakarta, perekonomian kita bergerak lebih baik, pertumbuhan terjadi, tapi juga ada kualitas yang tinggi. Dan kualitas itu artinya semua merasakan manfaatnya. Kita berharap di tahun 2020 ini, kebijakan-kebijakan yang disusun memungkinkan bagi kita untuk merasakan pertumbuhan yang berkualitas itu,” ujar Anies mengawali sambutannya.


Lebih lanjut Anies menegaskan, pertumbuhan ekonomi di Jakarta harus memperhatikan unsur pemerataan ekonomi, bukan ketimpangan ekonomi yang semakin melebat. Untuk itu, forum konsultasi ini menjadi penting dalam penyusunan draf rencana kebijakan tahun 2020 mendatang karena berkolaborasi bersama melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan unsur masyarakat di DKI Jakarta. Forum yang akan terbagi menjadi beberapa kelompok ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen lengkap berisi saran, kritik, maupun masukan untuk pembangunan Jakarta yang berkelanjutan dan tepat sasaran-tepat manfaat.


“Kalau melihat proyeksi pertumbuhan, tahun 2020 diproyeksikan di kisaran 6,3 persen. Sedikit di atas tahun 2019, yaitu sekitar diproyeksikan 6,2 persen. Kita berharap momentum pertumbuhan ini dipakai untuk benar-benar memikirkan kualitas. Karena, kalau kita hanya sampai pada angka persentase, dia tidak mencerminkan seberapa banyak di masyarakat merasakan pertumbuhan ekonomi ini. Momentum yang baik ini harus kita jaga sama-sama. Kami berharap di dalam forum ini, kita akan bisa mendapatkan dari Bapak/Ibu sekalian, anjuran-anjuran, masukan tentang aspek-aspek apa saja yang harus kita perhatikan agar angka pertumbuhan yang tadi diharapkan tinggi bisa memberikan kualitas yang baik pula,” jelasnya.


Anies menyebutkan beberapa kebutuhan mendasar di Jakarta yang perlu dientaskan dan dirumuskan solusinya bersama-sama, antara lain akses penyediaan air bersih, sistem tata kelola sampah rumah tangga, kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas, hunian yang terjangkau, penataan kampung kumuh menjadi kampung bersih dan nyaman, serta sistem transportasi publik massal yang dapat menjangkau hampir keseluruhan wilayah Jakarta.
Menurutnya, indikator sederhana keberhasilan bagi pembangunan DKI Jakarta yaitu rasa bahagia dan bersyukur tinggal di kota karena mendapatkan kehidupan yang layak serta lebih baik.


“Ini forum brainstorming. Forum mendengar. Tidak ada ide yang perlu dibantah. Yang ada adalah ide yang diserap, lalu ide didiskusikan. Semua ide pada fase ini namanya brainstorming yaitu curah konsultasi pemberian gagasan. Kita tamping, kita terima, kita diskusikan,” tegasnya.


Setelah dibukanya Forum Konsultasi Publik oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, dilanjutkan dengan sidang kelompok, sedangkan PT Food Station Tjipinang Jaya bersama dengan SKPD terkait dalam bidang Perekonomian, melaksanakan rapat lanjutan yang dipimpin oleh Kepala Biro Perekonomian, bertempat di ruang rapat blok G lt.2. yang dihadiri sejumlah nara sumber dan pembicara serta mendengarkan masukan dari masing2 wilayah, yang selanjutnya akan menjadi bahan masukan dalam akhir penyerahan dokumen rancangan RKPD Tahun 2020