Food Station Siapkan Stok 10 Ribu Ton untuk Jaga Harga Beras

Menurut pantauan Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras kualitas medium di tingkat penggilingan mulai merangkak naik rata-rata 0,68 persen menjadi Rp 9.198 per kg pada Juli 2018, jika dibandingkan Juni.

 

Kenaikan di tingkat penggilingan tersebut bukan hanya terjadi untuk beras kualitas medium saja, tapi juga beras jenis premium dan beras kualitas rendah, masing-masing naik 0,44 persen dan 0,82 persen.

 

Pada Juli 2018, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan tercatat sebesar Rp 9.520 per kg, naik sebesar 0,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp 9.015 per kg, naik sebesar 0,82 persen.

 

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi, mengatakan bahwa saat ini stok beras di Food Station dan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) masih aman. Data per 5 Agustus 2018 menyebut stok beras di PIBC tercatat sebanyak 38.515 ton. Angka ini masih tegolong dalam batas aman menurut Arief.

 

“Food station juga punya stok beras sekitar 10 ribu ton. Ini masih aman,” katanya saat dihubungi kumparan, Senin (6/8).

 

Meski begitu, Arief mengaku terjadi kenaikan harga beras di PIBC. Beras IR 64-III misalnya, mengalami kenaikan sekitar Rp 200 hingga Rp 300 per kilogram (kg) menjadi Rp 8.500 hingga Rp 8.600 per kg. Naiknya harga beras ini, jelas Arief, terjadi karena pasokan beras dari sentra-sentra padi di Wilayah Jawa menurun.

 

Hal yang sama juga diutarakan oleh Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Cipinang, Zulkifli Rasyid. Dia mengatakan, naiknya harga di tingkat pedagang menunjukkan pasokan beras yang mulai menurun.

 

Zulkifli mengatakan, pemerintah harus tanggap melihat situasi ini. Sebab, dalam satu hingga dua bulan mendatang, stok beras bisa habis dan terjadi kelangkaan.


“Pemerintah harus mengantisipasinya di satu hingga dua bulan mendatang. Di situ saya perkirakan stok beras bakal jauh berkurang,” katanya.

Karena itu, selain mengambil pasokan beras dari luar Jawa, seperti Sulawesi, Palembang, dan Lampung, dia mengatakan pemerintah memang harus segera mengeluarkan stok beras Bulog yang diperoleh dari hasil impor.

 

“Kita itu paling ambil pasokan dari luar Pulau Jawa, cuma pasti kena biaya logistik sekitar Rp 500 per kg. Atau kalaupun tidak bisa, seandainya pasokan dari wilayah di luar Pulau Jawa tadi enggak mencukupi, maka Bulog harus lakukan Operasi Pasar. Ini bukan harapan, tapi memang sudah seharusnya dilakukan,” tutupnya.

 

(kumparan.com)