Sosialisasi Permendag Nomor 59, Kemendag Gelar Rapat Aturan Baru Kemasan Beras di Kantor Food Station Tjipinang Jaya

Menjelang semakin dekatnya tenggat waktu Implementasi dari Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 59 tahun 2018 tentang Kewajiban Pencantuman Label Kemasan Beras, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Selasa, 7 Agustus 2018 menggelar rapat mengenai Implementasi Permendag tersebut di Kantor PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur.

 

Hadir dalam acara rapat tersebut Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Sekretaris Dirjen PKTN Kemendag, Kepala Biro Hukum Kemendag, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian, Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM, Ketua Umum Perpadi Pusat, Ketua Perpadi DKI Jakarta, Direktur PT Buyung Putra Sembada (Topi Koki), Direktur PT Padi Unggul Indonesia (Beras Tanak), Direktur PT Sinar Makmur Komoditas (Beras Sumo) dan Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya selaku tuan rumah.

 

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahja Widayanti, mengatakan beleid ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen saat akan membeil beras khusus yang memiliki brand atau merek.

"Karena yang dikhawatirkan apa yang tertera di label di dalam kemasan tidak seperti yang ada di dalamnya," kata Tjahja.

 

Dalam rapat tersebut membahas mengenai sejauhmana implementasi Permendag Nomor 59 tahun 2018 tentang Kewajiban Pencantuman Label Kemasan Beras. Selain itu juga dibahas kendala yang dihadapi oleh dunia usaha terkait kewajiban yang tercantum dalam Permendag tersebut. Pasalnya aturan yang ditandatangani pada 25 Mei 2018 tersebut bakal efektif tiga bulan setelah diundangkan. Artinya, kini semakin dekat waktunya bagi pengusaha beras untuk mengimplementasikan perubahan tersebut.

 

Tjahja mengatakan, meskipun implementasi masih ada beberapa pengusaha yang keberatan terkait aturan tersebut, pencantuman label dalam kemasan beras harus tetap diimplementasikan pada bulan ini. Namun dia memastikan sosialisasi akan terus dilakukan.

 

"Nah ini kan sosialisasi, Agustus ini diimplementasikan. Tapi sosialisasi sekaligus mendapatkan masukan dan apa saja yang perlu disesuaikan," ujarnya.

 

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan, PT Food Station menyambut baik aturan tersebut karena memiliki niatan yang baik untuk menjamin mutu beras yang dijual. Selanjutnya, PT Food Station berencana akan mengubah label beras yang diproduksinya.

 

"Kami akan coba dan dukung pemerintah karena maksudnya baik, karena supaya beras itu mutunya terjamin dan traceable, dan untuk food security dan safety ini juga bakal lebih baik," kata Arief.

 

Arief menjelaskan, aturan baru ini akan mengakibatkan adanya kenaikan pada biaya produksi karena harus mencetak desain baru dan menghancurkan kemasan-kemasan yang sudah ada. Karena itu, rapat hari ini menjadi penting untuk membicarakan soal tenggat waktu dan tantangan yang mungkin bakal dihadapi penggilingan kecil.

 

"Labeling seperti apa, apa yang bisa apa, apa yang enggak. Jadi semua ngasih masukanlah ke bu dirjen untuk dikasih masukan ke pak menteri supaya Permendag ini bisa diimplementasikan dengan baik," Tambahnya