PT Food Station Terima Kunjungan Kerja Pemkot Tangerang

PT Food Station Tjipinang Jaya menerima kunjungan rombongan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, pada 11 Mei 2018.

 

 

Kunjungan yang dipimpin Muhtarom tersebut diterima langsung jajaran Direksi PT Food Station, antara lain Direktur Keuangan dan Umum Thomas Hadinata dan Direktur Operasional Frans M. Tambunan.

Menurut Muhtarom, kunjungan ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti keikutsertaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tangerang dalam temu antarTPID Se-Jawa di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

 

“Kami membawa PD Pasar Kota, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perekonomian, serta Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang,” katanya.

 

Dalam sambutannya, Muhtarom mengatakan, DKI Jakarta selama ini mampu menjamin ketersediaan pangan bagi warganya.

 

“Karena itu, Tangerang juga perlu belajar mengenai penyediaan pangan, menjaga stabilitas pasokan dan harganya,” kata dia.

 

Menanggapi hal ini Frans M. Tambunan menegaskan, PT Food Station mengemban misi sosial sekaligus komersial dalam rangka berkontribusi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di DKI Jakarta.


Volume beras yang masuk dan keluar di PIBC, kata Frans, berkisar 3.000 ton per harinya, dengan perputaran uang sebanyak Rp 50 miliar per harinya.

 

Guna menjaga keamanan pangan, kata Arief, setidaknya PIBC harus menyimpan stok minimal 30 ribu ton.

 

“Sebagai BUMD pangan sekaligus buffer stock di DKI Jakarta, kami juga sudah memasuki pasar modern dengan memperdagangkan beras merek “FS” yang kami produksi sendiri,” katanya.

 

PT Food Station, ujar Frans, juga mengelola Sistem Resi Gudang (SRG) sekaligus menjadi stand by buyer. Dengan begitu, katanya, pihaknya mampu menjaga inflasi sekaligus stabilitas harga, pasokan, maupun stok beras di DKI Jakarta.

Saat ini, katanya, PT Food Station memiliki dan mengoperasikan mesin pengolah beras (rice to rice) dengan kapasitas produksi 5 ton/ jam yang memproduksi beras kemasan dengan merek “FS”.

Dari sisi sosial, ujarnya, PT Food Station secara berkala menggelar Operasi Pasar (OP), Program Pasar Murah, serta Pangan Murah guna menjaga stabilitas harga beras dan menekan inflasi daerah.