Food Station Kembali Gelar Roadshow ke Sentra Produksi Beras Cilacap

Untuk mengamankan pasokan beras untuk warga Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) kembali menggelar kunjungan kerja ke beberapa daerah sentra produksi beras di Jawa Tengah. Kali ini kunjungan digelar di beberapa titik penghasil beras di daerah Cilacap.

 

 

Turut serta dalam kunjungan Direktur Utama (Dirut) Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi, Direktur Operasional Frans Tambunan dan Kepala Badan Pembina (BP) BUMD DKI Jakarta Yurianto.

 

“Ada 4 titik yang akan kita datangi di daerah Cilacap. Seperti biasa disana kami jemput bola mencari pasokan beras untuk warga Jakarta, karena informasinya di beberapa titik tersebut sudah memasuki musim panen,” kata Arief Prasetyo Adi kepada Jakarta Review di sela kunjungan, Jum’at 9/3/2018.

 

Arief menuturkan, selama 2 hari 1 malam roadshow tersebut, pihaknya menjalin kerjasama dengan beberapa Gabungan Kelompok Tani Setempat (Gapoktan) setempat.

 

Sekedar informasi sebelumnya, Food Station sudah melakukan kerjasama dengan petani atau kelompok tani di beberapa wilayah lain seperti Kediri, Lampung, Marowali, dan Indramayu.

 

“Roadshow ini adalah salah satu cara yang kami lakukan untuk menjaga stabilitas harga beras dan pengembangan bisnis kami,” tuturnya.

 

Ia menambahkan, kerja sama ini menerapkan prinsip simbiosis mutualisme. Dengan kata lain, kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan, melainkan antara Food Station dan masyarakat petani sama-sama untung.

 

“Melalui kunjungan ini, FSTJ ingin menunjukkan komitmen serius untuk bekerjasama secara jangka panjang kepada kelompok petani setempat dengan prinsip saling menguntungkan,” ujar Arief.

 

Tak Harus dari Pulau Jawa

Untuk mencari pasokan beras untuk warga Jakarta, PT Food Station tidak terpaku pada satu wilayah misalnya Pulau Jawa. Akhir tahun lalu BUMD Pangan milik DKI ini juga sempat mendatangkan 2.000 ton beras pecah kulit dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

 

Selanjutnya, awal tahun ini, Food Station kembali mendatangkan 3750 ton beras dari Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

 

“Pokoknya kita all out mencari pasokan beras untuk masyarakat Jakarta,” tandas Arief.

 

(Jakrev.com)