Food Station Amankan Stok Beras di Pasar Cipinang

PT Food Station Tjipinang Jaya, BUMD pengelola Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), akan terus menjaga stok beras di PIBC.

 

 

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan, pasokan beras tersebut bisa berasal dari mana saja. Pemasukan dari Bulog, Jawa Tengah, hingga Makassar dan Sulawesi.

 

"Dari manapun kita masukkan ke PIBC. Saat ini stoknya memang berkurang, bisa dilihat dari yang sebelumnya 45.000 ton menjadi 40.000 ton, sekarang 32.000 ton," ungkap Arief.

 

Berdasarkan data Food Station hingga Senin (8/1), stok beras di PIBC sebesar 32.599 ton. Pada akhir Desember lalu stok beras di PIBC sebesar 35.325 ton.

 

Arief bilang, 80% dari stok tersebut merupakan beras premium dan sisanya beras medium.

 

Menurutnya, saat ini Food Station sedang menjaga stok beras medium di angka 20%.

 

Berdasarkan data Food Station, hingga Senin (8/1), Bulog menjadi pemasok beras terbesar ke PIBC dengan persentase hampir 35%, diikuti wilayah Jawa Tengah hampir 20%, pasokan dari antar pulau sebesar 12,76%, Karawang sebesar 11,33%, dan sisanya merupakan pasokan dari wilayah lain.

 

"Bulog akan masuk pada saat kondisi seperti ini. Sebelum ini, biasanya Bulog memasok 5%-9%," kata Arief.

 

Meski stok beras di PIBC menurun, namun Arief masih optimistis jumlah tersebut masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta. Apalagi, menurutnya ambang batas aman stok beras di PIBC mulai dari 25.000-30.000 ton. Selain itu, masih akan ada panen raya pada bulan mendatang.

 

Lanjut Arief, saat ini, pemerintah perlu menjaga harga beras di tingkat konsumen. Menurutnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggelontorkan beras dari gudang Bulog, seperti operasi pasar yang baru saja dilakukan oleh Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog.

 

(Kontan)