Pemda DKI Berencana Suntik Rp 1,5 Triliun ke PT FSTJ

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyempatkan diri untuk mengikuti rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dengan PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ). Ahok menyebut pihaknya ingin menyuntik modal hingga triliunan rupiah. 

 

"Ini kita harus setor sampai Rp 1,5 triliun (melalui penyertaan modal pemerintah/PMP) kita harapkan Food Station punya modal, harga beras naik kita punya stok," ujar Ahok usai mengikuti RUPSLB di kantor FSTJ.

 

Menyadari banyaknya kebutuhan beras per hari warga Jakarta yang mencapai kurang lebih 3.000 ton, Ahok berharap, PT FSTJ selaku pengelola pasar beras induk Cipinang bisa menjadi garda terdepan penyedia sekaligus penyeimbang harga beras di DKI. Tujuannya, agar FSTJ dapat menyamakan posisi dengan BUMD lainnya seperti PD Dharma Jaya yang mengurusi distribusi daging sapi di DKI.


PT FSTJ sendiri merupakan salah satu BUMD milik Pemprov yang bergerak di bidang distribusi dan penjualan pangan beras. Perusahaan ini juga jadi operator tunggal Pasar Induk Beras Cipinang. Pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (2007-2012), FSTJ didorong untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).