Bulog dan PT Foodstation Tjipinang Jaya Gelar Operasi Pasar

Perum Bulog bekerja sama dengan PT Foodstation Tjipinang Jaya (FSTJ) menggelar operasi pasar (OP) sejak Jumat 27 Februari hingga 4 Maret 2015. Operasi pasar yang dimaksudkan untuk menambah supply, ternyata sangat efektif menurunkan harga di pasar jika dilakukan di pasar induk.


Menurut Kepala Divisi Keuangan dan Pengembangan PT FSTJ, Junaidi, operasi pasar yang cukup besar di lahan konsumen terbukti tak mendapat respon. Harga pun tak mengalami perubahan. “Tetapi berdasarkan pengalaman, operasi pasar yang dilakukan di pasar induk akan lebih efektif,” katanya.


Terhitung sejak Jumat, 27 februari 2015 hingga berita ini ditulis, operasi pasar masih terus berlangsung. Pada Jumat lalu, sebanyak 900 ton digelontorkan ke pasar. Pada 2 Maret sebanyak 870 ton, 3 Maret 1.030 ton, 4 Maret 1.810 ton.


Gelontoran beras ini diyakini Junaidi mampu mempengaruhi harga. “Terbukti pada hari Jumat beras IR 64 KW 3 menjadi Rp 9.300/ kg. Pada 4 Maret, beras yang sama turun menjadi Rp 8.800/ kg,” ujarnya.


Karena itu, ia menilai, kenaikan harga beras yang menjadi tren dalam beberapa waktu terakhir disebabkan oleh semata pasokan (supply) dan kebutuhan (demand) yang tak berimbang. “Jadi, tak ada yang namanya permainan harga,” katanya.