Komisi B DPRD DKI Jakarta Berkunjung ke PT FSTJ

Sejumlah anggota Komisi B yang membawahi bidang perekonomian melakukan kunjungan kerja ke PT Foodstation Tjipinang Jakarta (FSTJ), pada 25 Februari 2015. Diterima oleh jajaran direksi, komisaris, maupun para manajer FSTJ, mereka mendapatkan paparan mengenai program kerja dan kondisi ketahanan pangan yang tengah digalakkan PT FSTJ.


Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi B Veri Yonnevil mengatakan, pihaknya turut merasakan keresahan akibat gejolak harga beras di pasaran. “Gejolak yang terjadi di pasar, sampai 30% kenaikan harga, meresahkan kita semua. Karena itu, saya ingin mengetahui proses operasional FSTJ,” katanya.


Sejumlah anggota Komisi B lainnya juga berharap FSTJ bisa mengantisipasi terjadinya kenaikan harga beras, khususnya di musim rawan gangguan produksi. FSTJ selaku pengendali harga beras, diharapkan memberikan perhatian serius agar harga beras di DKI Jakarta stabil. “Jakarta adalah ibukota Negara dan jadi barometer daerah lain,” kata H. Subandi.


Menanggapi pernyataan anggota dewan, Direktur Utama PT FSTJ Dwi Antono mengatakan, pihaknya sudah memprediksikan akan terjadi gejolak harga pada Januari-Februari 2015 sejak Oktober tahun sebelumnya. “Hal ini terjadi karena adanya gangguan produksi nasional, baik karena musim sehingga menyebabkan panen mundur,” katanya.


Untuk itu, pihaknya mengantisipasi dengan mengajukan permintaan operasi pasar (OP) kepada Bulog sebagai 60 ribu ton pada Desember 2014. “Pada Januari 2015, Bulog menggelontorkan 31 ribu ton. Sementara pada Februari tak ada OP yang disalurkan melalui FSTJ, melainkan langsung pada end user,” katanya.


Sementara itu, Komisaris Utama PT FSTJ Adi Ariantara mengatakan, sebagai pengelola Pasar Induk Beras Cipinang, pihaknya memiliki lahan luas untuk menampung 100 ribu ton beras. Untuk memaksimalkan peran FSTJ, pihaknya memiliki kendala di bidang pendanaan. Ia berharap Pemda DKI dapat mengatasi hal ini. “Selama ini kita berjalan sendiri, padahal berdasarkan Perda kita BUMD. Kami memang memiliki kendala soal dana,” katanya.