Thailand Bidik Pasar Beras Myanmar

Para investor beras di Thailand merencanakan untuk ekspansi ke Myanmar. Ini menyusul rencana pemerintahnya untuk mengurangi produksi beras. Mereka pun melirik pasar Myanmar yang diperkirakan akan kembali menjadi eksportir beras dunia dalam 5-10 tahun mendatang. 

Impor Beras Tahun Ini Diprediksi Lebih dari 1,5 Juta Ton

Impor beras tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 1,5 juta ton. Jumlah ini melonjak hampir empat kali lipat dari realisasi Januari-Oktober 2014 yang hanya 405 ribu ton. Lonjakan impor lebih dipicu oleh minimnya produksi padi akibat musim tanam yang mundur 1-2 bulan. Tahun ini, pemerintah menargetkan produksi padi sebanyak 73,4 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik 2,79 juta ton dari perkiraan produksi tahun ini 70,61 juta ton. 

Mentan Mimpi Ekspor Beras ke AS dan Eropa

Pemerintah yakin swasembada pangan bisa terwujud dalam dua tahun. Jika target tersebut tercapai, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memimpikan Indonesia bisa berjualan beras ke negara lain. Rencananya, beras organik dari Indonesia akan diekspor ke Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

2015 Vietnam Stop Izin Impor Buah dan Sayur dari Australia

Mulai Januari 2015 mendatang, Pemerintah Vietnam akan menghentikan izin impor produk buah dan sayuran dari Australia dengan total nilai perdagangan mencapai $40 juta.

Otoritas pertanian Australia telah gagal meredakan kekhawatiran Pemerintah Vietnam mengenai pengelolaan lalat buah. 

Indonesia Harus Siap Hadapi Pasar Bebas ASEAN

Menghadapi Pasar Bebas ASEAN pada akhir 2015 mendatang, Indonesia harus siap bersaing dengan negara ASEAN terutama dalam harga jual pangan. Tidak hanya Malaysia dan Singapura yang menjadi negara pesaing terberat dalam persaingan harga pasar, namun Thailand pun sepertinya harus diwaspadai.