USDA: Indonesia Masih Akan Impor Beras Pada 2016

Lembaga pangan internasional memprediksi Indonesia belum akan terlepas dari cengkraman impor beras pada tahun ini. Lembaga-lembaga tersebut bahkan memprediksi impor beras Indonesia meningkat pada 2016. 

Thailand Bakal Pangkas Produksi Beras Hingga Level Terendah

Thailand berencana memotong produksi beras ke level terendah dalam 17 tahun terakhir sebagai upaya mengurangi stok di dalam negeri sekaligus menghentikan penurunan harga.

Permanent Secretary for Commerce Thailand Chutima Bunyapraphasara mengatakan, Negeri Gajah Putih menargetkan produksi beras di bawah 25 juta metrik ton pada musim tanam 2016-2017 yang dimulai pada Mei mendatang.

Dana yang Dibutuhkan untuk Impor Beras Capai Rp 14,6 Triliun

Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti menuturkan perkiraan kebutuhan impor hingga Maret 2016 mencapai 1,5 juta ton. Akan tetapi, dia memperhitungkan kebutuhan impor beras selama setahun bisa mencapai 2 juta ton.

Pakistan Sudah Sanggup Sediakan Beras untuk Indonesia

Nota kesepahaman yang diteken Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong dengan pemerintah Pakistan memberikan angin segar bagi ketersediaan beras nasional. Pasalnya, Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti menuturkan, Pakistan telah menyatakan sanggup menyediakan beras untuk Indonesia hingga 1 juta ton. “Tapi (kabar) ini kan mesti dieksplorasi lebih dalam. Lagi pula barang ini tidak segera bisa bergerak. Tentu ada waktu. Sehingga selain menghitung potensi yang ada, kita menghitung juga kapasitas pergerakkannya per bulan. Seingat saya hanya 100.000 ton,” kata Djarot ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Harga Beras di Suriah Rp 3,5 Juta per Kg, Ini Reaksi Bulog

Warga di Kota Madaya di Suriah menderita kelaparan sejak berbulan-bulan akibat harga beras melonjak tinggi US$ 250 atau sekitar Rp 3,5 juta per Kilogram (Kg). Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memandang, bukan saja akibat konflik, tingginya harga beras juga disebabkan karena kurangnya pasokan beras di Negara tersebut. "Saya belum pernah ke Suriah. Tapi penyebab harga beras mahal karena pasokan (beras). Semakin sulit masuk, semakin tinggi harganya," kata Direktur Pengadaan Bulog, Wahyu di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (13/1/2016). Sementara itu, Wahyu mengaku, kenaikan harga beras di Indonesia masih dalam kategori wajar. Seperti diketahui, harga beras medium di pasar sekitar Rp 9.000 sampai Rp 10.000 per Kg. Harga tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp 500 beberapa waktu lalu."Masih wajar, belum ada perintah apa-apa, berarti masih wajar," tegas dia.