Vietnam Kembangkan Beras Berlabel untuk Meningkatkan Nilai Ekspor

Selama bertahun-tahun ini, Vietnam merupakan salah satu dibantara negara-negara yang punya hasil produksi beras ekspor papan atas di dunia. Akan tetapi, nilai beras ekspor tetap rendah, dibantaranya alasan utamanya ialah Vietnam belum bisa membina brand beras dan kualitas-nya belum stabil. Ini juga merupakan isi yang dibahas pada rapat Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam baru-baru ini tentang solusi-solusi untuk memperkuat ekspor beras tahun 2016.

Mendag Belum Mau Buka-Bukaan soal Beras Impor Myanmar

Menteri Perdagangan Thomas Lembong tidak mau buka-bukaan soal terungkapnya impor beras asal Myanmar yang sempat tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, beberaoa waktu lalu.


"Kawan-kawan media, di satu sisi kami mau transparansi, dan berbagi sebanyak info dan data, di lain sisi kami juga enggak bisa buka semua," ujar Lembong.


Ia beralasan, bahwa pemerintah tidak ingin interaksi dengan pasar terganggu dengan pernyataan-pernyataan seputar beras impor asal Myanmar tersebut.


"Berinteraksi dengan pasar ini seperti main kartu, kita tidak bisa langsung buka semua. Mohon pengertiannya," kata Mendag.


Pemerintah memandang, membuka secara gamblang semua informasi kepada publik tentang pasar bukanlah pendekatan yang optimal.


Sebelumya, Kementerian Pertanian mengungkapkan, ada kurang lebih 13.000 ton beras asal Myanmar yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak.


Beras itu diimpor oleh Perum Bulog pada Rabu (26/5/2016). Penahanan besar impor asal Myanmar itu disebabkan ketidaklengkapan dokumen dari negara asal.


Namun akhirnya pada akhir pekan lalu, Badan Karantina Kementerian Pertanian sudah memproses dan menyatakan bahwa barang impor tersebut sudah memenuhi semua persyaratan.


Sertifikat Pelepasan (KT-9) pun di keluarkan untuk komoditas beras impor asal Myanmar sebanyak 13.775 ton yang terdiri atas 551 kontainer.

 

(Tribunnews.com)

Mafia Cengkeram Sektor Pertanian Italia

Kelompok mafia meraup keuntungan besar dari bisnis pertanian dan pangan di Italia. Menurut sebuah studi yang dirilis beberapa waktu lalu, mafia meraih penghasilan lebih dari Rp 60 miliar euro atau setara Rp 6,7 miliar dolar pada 2015 dari sektor tersebut.

JK Bahas Pasokan Beras dengan Pemerintah Vietnam

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Vietnam YM Trinh Dinh Dung, dalam rangkaian acara World Economic Forum di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam pertemuan tersebut, Kalla membahas mengenai ketersediaan beras.

Bulog Bantah Impor Beras dari India

India dikabarkan tengah memfinalisasi kontrak ekspor beras ke Indonesia. Kesepakatan ekspor ini menurut berita Reuters, Kamis (2/6) dilakukan antara pemerintah dengan pemerintah. Dimana ekspor tersebut akan dilakukan melalui badan usaha milik negara (BUMN) India dengan Indonesia dalam hal ini Perum Bulog.