RI Tak Ingin Impor Beras Bergantung dari Thailand dan Vietnam

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perdagangan Thomas Lembong menyatakan rencana pemerintah untuk melakukan impor beras dari Pakistan dan India. Ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya bergantung pada dua negara saja, tetapi agar bisa mendapatkan lebih banyak sumber beras impor. Dia menjelaskan, selama ini Indonesia hanya bergantung pada Thailand dan Vietnam saat membutuhkan impor beras. Padahal masih banyak negara lain yang bisa jadi negara sumber beras saat stok beras dalam negeri tidak mencukupi.

820.000 Ton Beras Impor Masuk Indonesia

Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu mengatakan, beras impor asal Vietnam dan Thailand yang masuk Indonesia sudah mencapai 820.000 ton. Seperti diketahui, jelang akhir tahun 2015, pemerintah memutuskan mengimpor 1 juta ton beras dari Vietnam dan 500.000 ton dari Thailand. Yakni, untuk menambah cadangan beras pemerintah dan mengantisipasi dampak El Nino tahun 2015 terhadap ketahanan pangan. 

Inilah 10 Produsen Beras Terbesar di Dunia

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memproyeksikan 10 negara penghasil beras terbesar di dunia untuk periode 2015/2016 (kalender 2016). Dari 10 negara tersebut, Indonesia berada di urutan nomor tiga dengan perkiraan produksi 36,30 juta ton. 

Hadapi MEA, Harga Beras di Indonesia Tertinggi di Asean

Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu mengatakan Indonesia perlu meninjau ulang persiapan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Menurut Wahyu, harga beras di Indonesia, misalnya, termasuk yang tertinggi di ASEAN. "Padahal sumbangan pemerintah dalam bentuk subsidi itu Indonesia paling tinggi di Asia Tenggara," kata Wahyu di Jakarta, Senin, 28 Desember 2015.

Impor Hortikultura ke RI Makin Ketat

Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini mengeluarkan regulasi baru untuk memperketat standarisasi hortikultura impor yang masuk ke Indonesia, yaitu Peraturan Menteri Pertanian Nomor 4 Tahun 2015 (Permentan 4/2015).