Mentan Mimpi Ekspor Beras ke AS dan Eropa

Pemerintah yakin swasembada pangan bisa terwujud dalam dua tahun. Jika target tersebut tercapai, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memimpikan Indonesia bisa berjualan beras ke negara lain. Rencananya, beras organik dari Indonesia akan diekspor ke Amerika Serikat (AS) dan Eropa.


Amran mengatakan, swasembada beras bisa terwujud jika produksi padi bisa mencapai 84 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2017 mendatang. Saat itulah, Indonesia berpeluang mengekspor beras ke AS dan Eropa.


Namun, untuk mewujudkan mimpi tersebut tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk mencapai target swasembada pangan, pemerintah akan melakukan perbaikan irigasi. Yang tak kalah penting, Kementerian Pertanian akan menyebar 12,5 juta ton benih yang diproduksi Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

Benih varietas unggul baru (VUB) IPB 3S dan VUB IPB 4S hasil produksi IPB itu rencananya akan didistribusikan di seluruh Indonesia. Saat ini, kedua benih varietas unggul itu baru tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.


Amran menegaskan, rencana ekspor beras harus dimulai dari sekarang. Sehingga, saat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) berlangsung, Indonesia sudah siap untuk ekspor beras. "Jangan sampai Vietnam dan Myanmar yang jualan beras," kata Amran.


Sayang, Amran belum mau menyebut berapa ton beras yang rencananya akan diekspor. Yang jelas, ia optimistis, swasembada pangan bisa terwujud dalam tiga tahun mendatang. Untuk itu, ia berjanji akan memperbaiki distribusi benih dan pupuh sehingga tidak ada lagi keterlambatan distribusi. (Kontan)