Tahun Depan, Bulog Tak akan Impor Beras

Direktur Utama Perum Bulog, Soetarto Alimoeso menyebut kebutuhan stok beras untuk stabilitas pangan sudah dapat dipenuhi dari hasil panen dalam negeri. Dia memastikan, pihaknya dan pemerintah tidak akan mengimpor beras.

 

 

Tetapi, kata dia, syaratnya, jika produktivitas nasional beras tahun depan meningkat di atas 4 persen dari tahun sebelumnya. Hal itu agar stok beras perusahaan BUMN tersebut bisa terpenuhi di atas 2 juta ton.

 

"Kalau produksi di bawah 4 persen, Bulog tidak akan mampu melakukan pengadaan di atas 2 juta ton," kata Soetarto. Soetarto menyebut stok Bulog yang aman memang sekitar 2 juta ton. Jika di bawah angka ini, maka Bulog sulit untuk melakukan pengadaan dan penstabilan harga beras jika terjadi kelangkaan.

 

Dia menegaskan, setiap tahun pemerintah selalu dihadapkan dengan kondisi yang sulit untuk tetap memenuhi kebutuhan produksi beras dan konsumsi beras nasional. "Seperti pada Januari-Februari itu masa paceklik, dan pada Maret lagi sudah masuk panen," tambah dia.

 

Indonesia pernah mencapai kondisi kebutuhan beras nasional yang dipenuhi oleh produktivitas dalam negeri, tanpa sama sekali melakukan impor. Di antaranya, tahun 1994 sampai 2014.

 

"Sebenarnya pemerintah pernah tidak impor (beras) yaitu pada 2008, 2009 dan 2013. Pada waktu itu terjadi peningkatan produksi di atas 5 persen, karena pengadaan bulog di atas 3 juta dan pemerintah tidak perlu impor," katanya. (Merdeka.com)