Jokowi Minta Rusia Tingkatkan Investasi Bidang Pertanian

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Republik Federasi Rusia meningkatkan investasinya di Indonesia. Permintaan itu disampaikan Presiden Jokowi dalam pertemuan empat mata dengan Presiden Republik Federasi Rusia Vladimir Putin di Sochi, saat Jokowi berkunjung ke Rusia, beberapa waktu lalu.

 

“Di bidang investasi, saya juga mencatat penurunan nilai investasi Rusia di Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Berdasarkan Data Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Rusia di Indonesia selama periode 2014 mencapai US$ 3,6 juta. Investasi itu tersebar di sejumlah 25 proyek di berbagai daerah di Tanah Air.

 

Presiden Jokowi mengatakan selain di bidang investasi, penurunan juga terjadi di sektor perdagangan. Disebutkan, pada 2014 total perdagangan bilateral mencapai US$ 2,64 miliar. Jumlah tersebut turun menjadi US$ 1,98 miliar pada 2015 atau turun sekitar 25 persen.

 

“Indonesia dan Rusia adalah anggota G20, sehingga kedua negara berkepentingan untuk berkontribusi dalam pemulihan perekonomian global,” kata Jokowi.

 

Dia mengatakan, diperlukan upaya untuk mendorong peningkatan perdagangan bilateral, yang berimbang dan saling menguntungkan, misalnya menghilangkan hambatan tarif dan non-tarif, termasuk untuk minyak kelapa sawit, ikan, dan produk pertanian.

 

“Perlu juga dibuka akses pasar yang lebih besar serta meningkatkan kontak dan perdagangan langsung antarpelaku usaha,” katanya.

 

Di sisi lain, Presiden Jokowi mengapresiasi investasi Rusia dalam pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur.

“Saya berharap selain pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur, investasi Rusia dapat diarahkan ke bidang lain, seperti pembangunan alumunium smelter di Kalimantan Barat, energi, dan infrastruktur,” katanya.

 

Presiden Jokowi juga menyambut baik kerja sama Rusia di sektor maritim. “Saya menyambut baik ketertarikan Rusia untuk kerja sama maritim. Kerja sama ini dapat dilakukan antara lain dengan pengembangan sumber daya dan infrastruktur kelautan dan perikanan, pembangunan dan pelabuhan,” kata Presiden Jokowi.

 

(Beritasatu.com)