Brunei Bukukan Peningkatan Produksi Padi Hingga 44%

Produksi beras melonjak 44 persen di Brunei tahun lalu, demikian dirilis dari Departemen Agriculture dan Agrifood (DAA). Departemen mengatakan Brunei diproduksi 1.983 ton beras tahun lalu, naik dari 1.382 metrik ton pada tahun 2014. 

 

Peningkatan produksi padi tercatat sekitar satu tahun setelah pemerintah mengatakan tidak memenuhi target swasembada beras 60 persen per tahun 2015.

 

Khairunnisa Hj Omar Ali, kepala departemen dari Rice Research and Development Unit mengatakan, kenaikan disebabkan oleh beberapa alasan termasuk hasil padi lebih tinggi di Kabupaten Brunei-Muara dan Temburong.

 

Dalam sebuah wawancara dengan The Brunei Times, Kabupaten Brunei-Muara juga mengalami peningkatan di bidang budidaya padi dari 270 hektar di 2014 menjadi 378 hektar tahun lalu.

 

Khairunnisa mengatakan Kabupaten Temburong mampu meningkatkan produksi padi untuk 500 metrik ton tahun lalu dibandingkan dengan 300 metrik ton pada tahun sebelumnya. Padalah, daerah penanaman padi di Temburong tetap sama pada 238 hektar.

 

"Kami (DAA) juga telah aktif dalam melakukan uji coba lapangan dengan petani lokal untuk MRQ76, varietas beras Malaysia dan BDR5, yang diproduksi oleh departemen, hingga memberikan kontribusi bagi peningkatan produktivitas," katanya.

 

Dilaporkan sebelumnya bahwa BDR5 adalah padi inbrida diperkenalkan oleh DAA yang dikatakan lebih toleran terhadap kekeringan dan bagus dalam upaya untuk meningkatkan produksi beras dalam negeri.

 

Garis padi inbrida baru bernama Brunei Darussalam Beras 5 dikembangkan melalui perkawinan silang antara beras Laila (varietas padi modern) dan beras PUSU (varietas padi tradisional yang populer di Brunei).

 

Khairunnisa menambahkan cuaca mungkin juga memainkan bagian dalam peningkatan produksi. Namun, ia menambahkan, tidak ada keluhan yang berarti dari petani padi terkait banjir. Statistik juga menunjukkan bahwa ada penurunan jumlah petani padi tahun lalu dengan 835 sebagai lawan 891 pada tahun 2014.

 

(The Brunei Times)