UAE-Afrika Sepakat Ekonomi Syariah Peluang Pulihkan Ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Para pakar di gelaran Dubai Week in Africa 2021 sepakat ekonomi dan keuangan Islam telah menjadi komponen penting dari ekonomi global. Anggota Kabinet dan Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirate Arab, Abdullah Belhaif Al Nuaimi mengatakan potensi ekonomi Islam dapat membantu ekonomi global pulih dari pandemi Covid-19.

"Saat keluar dari wabah Covid-19, kami sangat yakin ekonomi Islam berpotensi mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi global," katanya dalam Dubai Week in Africa 2021, dilansir Zawya, Ahad (21/2).

Peluang besar dapat dimanfaatkan salah satunya dengan meningkatkan perdagangan dalam mendorong ketahanan pangan. Masyarakat global perlu berinvestasi dalam perdagangan makanan halal dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan nasional.

 

Virus corona telah menyoroti kebutuhan untuk diversifikasi dan meningkatkan rantai pasokan pangan internasional. Sehingga penting untuk meningkatkan ketersediaan pangan yang tidak terputus pada saat krisis.

 

Sekretaris Kabinet, Kementerian Pertanian, Peternakan & Perikanan di Kenya, Peter Munya mengatakan, Kenya melihat ini sebagai peluang. Kemitraan dapat diperkuat dengan fokus pada pemrosesan produk pertanian yang tersedia di Kenya dan saat ini dibutuhkan di UEA.

 

"Pemerintah telah mengesahkan memorandum kabinet yang mengizinkan tanah pemerintah yang menganggur untuk disewakan kepada investor swasta yang mungkin ingin berinvestasi dalam produksi, dan saya diberitahu di UEA ada banyak investor yang tertarik dengan peluang itu," katanya.

 

Misi perdagangan virtual Dubai Week in Africa 2021 diselenggarakan oleh Pusat Perdagangan Uni Emirat Arab pada 15-18 Februari 2021. Sejumlah diskusi panel membahas beragam segmen bisnis syariah mulai dari ekspor dan perdagangan, zona dan investasi, niaga digital, dan ekonomi Islam. Gelaran juga mencari peluang untuk kolaborasi lebih lanjut antara UEA dengan negara-negara Afrika.