Indonesia Tawarkan Sektor Pertanian untuk para Investor China

Indonesia menetapkan lima sektor bagi calon investor China alias Tiongkok, yakni manufaktur, pertanian, industri maritim, infrastruktur dan pariwisata. 


"Indonesia mengundang investor Tiongkok untuk menanamkan modalnya pada industri padat karya, mengingat populasi Indonesia, khususnya usia produktif, cukup besar," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani.


Di hadapan sekitar 100 pengusaha Tiongkok pada Forum Bisnis Investasi Indonesia, beberapa waktu lalu, Franky mengatakan, pihaknya juga menawarkan industri berioentasi ekspor. Menurutnya, Indonesia mewakili sekitar 40% populasi ASEAN dan 38% pasar ASEAN.

 

Posisi strategis Indonesia tersebut, sangat menjanjikan bagi investor Tiongkok untuk menanamkan modalnya di Indonesia. "Dengan menjadikan Indonesia sebagai basis industri, Tiongkok juga mendapatkan pasar ASEAN melalui Indonesia," paparnya.


Di sektor pertanian, lanjut Franky, masih banyak komoditas pertanian yang harus diimpor oleh Indonesia, antara lain jagung dan daging. "Sehingga kami perlu investor untuk mengembangkan industri dan teknologi pertanian," ucapnya.


Franky menyebut, meski laju perekonomian dunia tengah melambat, namun minat investor mancanegara untuk menanamkan modalnya di Indonesia nisbi tinggi. Terkait itu, BKPM menargetkan realisasi investasi pada 2016 sebesar Rp 594,8 triliun atau naik 14,5% dari target investasi 2015 yang senilai Rp 519,5 triliun.

 

BKPM mencatat, pada Januari 2016, minat investor Negeri Tembok Besar untuk menanamkan modal di Indonesia mencapai US$ 1,8 miliar di berbagi sektor, seperti pengolahan sampah, PLTA, pengolahan batu bara sebagai ethanol, industri komponen, dan lainnya.

 

(Tribunnews.com)