FAO Nilai Mina Padi Untungkan Pertanian

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai program mina padi memiliki tiga keunggulan karena berhasil memberdayakan praktik pertanian dengan komoditas sektor kelautan dan perikanan.

 

"Budidaya mina padi, memberikan tiga kemenangan dalam praktik pertanian," kata Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, Mark Smulders.

 

Menurut Mark Smulders, tiga kemenangan tersebut adalah dapat meningkatkan panen, meningkatkan pendapatan, serta memperbaiki nutrisi yang berasal dari hasil panen beras dan ikan.

 

Selama dua tahun terakhir, FAO telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam mengembangkan budidaya mina padi, sebagai bagian dari usaha regional untuk meningkatkan inovasi di bidang tersebut.

 

Kabupaten di Indonesia yang terpilih sebagai percontohan budidaya minapadi, yaitu Kabupaten Sleman Yogyakarta dan Kabupaten Limapuluh Kota di Sumatera Barat. Total 50 hektare sawah telah dimanfaatkan menjadi budidaya minapadi, sekitar 600.000 benih ikan telah ditebar.

 

Mark Smulder juga mengakui Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO pada 2014 telah mengakui metode budidaya ikan air tawar di sawah pertanian padi atau mina padi sebagai bagian salah satu program pertanian unggulan global.

 

FAO telah menetapkan metode pertanian mina padi sebagai program unggulan tidak hanya bagi Indonesia saja melainkan bagi dunia.

 

FAO berpendapat, selain meningkatkan pendapatan para petani, program mina padi juga mampu meningkatkan nutrisi berupa karbohidrat dan protein yang terkandung dalam kombinansi padi dan ikan.

 

(Antara)