Geliat Ekspor Komoditas Pangan Beku Jatim di Tengah Corona

SariAgri -Di tengah pandemi COVID-19 yang berdampak pada perekonomian secara global, sektor perdagangan luar negeri Jawa Timur periode Januari-Mei 2020 cukup menggeliat.


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pandemi COVID-19 telah menggeser pola konsumsi masyarakat global. Kedepan komoditas pangan dan produk kesehatan diprediksi akan mengalami peningkatan ekspor.


Industri makanan dan minuman merupakan salah satu komoditas unggulan di Jawa Timur dengan kontribusi 34,96 persen terhadap sektor industri pengolahan. Sedangkan industri kimia, farmasi dan obat tradisional berkontribusi 6,47 persen.


“Karena itu peluang bagi Jawa Timur masih sangat luas. Pemerintah siap memberikan dukungan dan pendampingan bagi para pelaku usaha untuk bersama-sama memulihkan kinerja perekonomian,” ujar Khofifah.


Balai Besar Karantina pertanian (BBKP) Surabaya mencatat sepanjang April-Juni telah dilakukan ekspor berbagai komoditas pertanian, termasuk sayuran beku.


Kepala Balai Besar Karantina Surabaya, M Musyaffak Fauzi, mengatakan sebelum diekspor diperiksa, terutama higienitasnya. Hal ini untuk menghindari ditemukannya kotoran atau produk tak layak ekspor.


Musyaffak merinci pada 19 April lalu, BBKP Surabaya Wilayah Kerja Juanda melakukan pemeriksaan 10 kilogram (kg) Bobbin setara Rp180 juta rupiah milik PT. STG untuk diekspor ke Belanda. Bobbin adalah potongan daun tembakau berbentuk lembaran yang berfungsi sebagai pembungkus cerutu.


“Bobbin yang terkenal di dunia salah satunya dari Jember karena memiliki kualitas yang bagus dan telah diakui pasar internasional bahkan berhasil bersaing dalam pasar lelang tembakau di Bremen – Jerman. Selain di ekspor ke belanda, daun tembaku Bobbin Indonesia juga diminati beberapa negara asing antara lain Jerman, Swiss, Rusia, Cina, USA, Italia dan Belanda,“ ungkapnya.


Belanjutnya, pada 28 April 2020, BBKP Surabaya Wilayah Kerja Juanda, juga telah melakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan 100 tanaman Bucephalandra senilai Rp180 juta yang akan diekspor ke Jepang. Bucephalandra merupakan tanaman air asli Kalimantan dan sangat cantik apabila dirangkai dalam akuarium bersama tanaman lainnya.


Pada 18 Mei 2020, petugas BBKP Surabaya Wilayah Kerja Bandara Abdulrachman Saleh Malang melakukan pemeriksaan 2 kg Sarang Burung Walet beku yang akan diekspor ke Hongkong dan 10 kg stroberi segar kemasan beku yang akan dikirimkan ke Tarakan.


Terakhir pada 19 Juni 2020, BBKP Surabaya Wilayah Kerja Kantor Pos Kediri, melakukan pemeriksaan kopi robusta sebanyak 50 ton setara 2 kontainer 20 feet senilai Rp1,8 miliar milik PT. K.I. Kopi tersebut akan dikirim ke pasar di Iran melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.


Selain itu, Musyaffak membeberkan komoditas ekspor lainnya yang diminati pasar luar negeri yakni singkong beku diekspor ke Inggris, porang kering ke tiongkok, kopi olahan ke saudi Arabia, bakso beku tujuan hongkong.


“Total nilai ekspor singkong beku dan bakso beku saat itu mencapai nilai Rp 2,98 miliar, “ pungkasnya.


(sariagri.id)