RI Tak Perlu Impor, Stok Beras Dipastikan Aman hingga Akhir Tahun

JAKARTA - Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya terus melakukan penyerapan gabah kering panen dari petani meskipun masa panen raya telah berlalu. Diprediksi pada September-November 2020 penyerapan gabah akan kembali masif seiring dengan musim panen raya kedua.


"Kita akan serap gabah sebanyak mungkin karena itu untuk cadangan beras kita. Kita berusaha mengutamakan produksi beras dalam negeri. Kalau toh harus impor, harus disesuaikan dengan kebutuhan saja," ujar dia pada Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (23/6/2020).


Dirinya juga memastikan penyaluran beras Bulog cukup sampai bulan Desember 2020. Di mana bulan Oktober hingga November diperkirakan ada panen kembali.


"Maka itu kita akan serap lagi sebanyak-banyaknya. Karena itu merupakan cadangan dan kita berusaha untuk tetap mengutamakan produksi dalam negeri," ungkap dia.


Kemudian, lanjut dia, apabila harus impor beras itu disesuaikan dengan kebutuhan atau kekurangan saja. Tapi hitungan Bulog dan Kementerian Pertanian sesuai data bps dan asumsi Bank Indonesia, sampai Desember cukup dan tidak perlu impor.


"Prediksi cuaca warning tentang pangan kita sudah sikapi. Maka sekarang kita menyerap sebanyak mungkin. Cadangan di Bulog sekarang 1,4 juta ton. Kita juga menyalurkan ke Pemda yang sekarang rata-rata menyalurkan bansos beras," tandas dia.


(economy.okezone.com)