Warga Tiongkong Lebih Menggemari Beras Jepang daripada Beras Lokal

Sekarang konsumen Tiongkok menambah beras dari Jepang ke dalam daftar makanan sehari-hari setelah muncul kekhawatiran terhadap keamanan produk dalam negeri.

 

Asosiasi Federasi Koperasi Pertanian Nasional Jepang menyebut volume impor beras dari Jepang ke Tiongkok masih kecil, 160 ton tahun lalu, namun angka ini tiga kali lebih besar dari 2013.

 

Satu trend yang menggambarkan sikap tidak percaya konsumen di Tiongkok terhadap produk-produk pertanian domestik yang semakin tinggi.

“Petani Tiongkok mempergunakan pestisida,” ujar pedagang bernama Ying Ying, sembari menambahkan, “beras Jepang tidak terpolusi logam berat.”

 

Polusi industri membanjiri tanah dan air tawar di Tiongkok. Para pejabat di provinsi Guangdong mengatakan 44 persen sampel beras mengandung tingkat logam kadmium pada tingkat berlebihan.

 

Satu studi dari Kementerian Perlindungan Lingkunan Hidup tahun lalu memperkirakan bahwa 16,1 persen tanah di Tiongkok telah terkontaminasi.

Di sebagian wilayah negara itu, polusi tanah sangat buruk sehingga petani beras pun menolak mengkonsumsi produk hasil tanaman mereka sendiri.

 

Setelah pengungkapan kandungan logam kadmium ini, sejumlah konsumen Tiongkok mulai berpindah ke beras asal Thailand sebagai pengganti yang aman dan terjangkau.

 

Sebaliknya, beras dari Jepang tidak murah dan tidak mudah ditemukan di Tiongkok.

Beras dari Jepang yang diimpor oleh COFCO dijual dengan harga 74 yuan per kilogram di PinStore, satu supermarket daring milik perusahaan dagang Jepang Sumitomo Corp. Sementara harga beras lokal dijual 7,5 yuan per kilogram.

 

Ketika permintaan bertambah, konsumen Tiongkok pun mulai melirik ke perusahaan dagang online seperti Taobao, milik Alibaba, untuk membeli beras langsung dari Jepang.

 

Taobao mengatakan seseorang bahkan membahar hingga 1.499 yuan untuk membeli lima kilogram beras jepang. Harga yang mahal ini tidak menjadi halangan bagi sejumlah orang.

 

“Lebih enak dari beras Tiongkok. Sepadan dengan harganya - rasa dan bentuknya bermutu tinggi,” tulis seorang pembeli di situs Taobao.

 

Untuk memenuhi permintaan, sejumlah produser beras Tiongkok mengatakan mempergunakan bibit padi dari Jepang dan mempromosikan beras mereka sebagai alternatif yang aman dari produk beras domestik lain.

 

Zhejiang Xinxie Yueguang Agricultural Science dan Technology mengatakan beras bermerk Echizen produknya aman dan ditanam dengan “air dari sumber-sumber murni dan kendali kualitas yang ketat”. Bungkus beras ini menyebut produk itu merupakan varietas beras Jepang.

 

Warga Tiongkok mengkonsumsi sekitar 120 juta ton beras per tahun dan negara ini mengimpor lebih dari 2,2 juta ton dalam 11 bulan pertama 2014, termasuk 1,2 ton dari Vietnem dan 626 ribu ton dari Thailand.

 

(Reuters)