Kukar Terancam Datangkan Beras dari Luar

Hujan yang sudah mulai turun sejak beberapa hari terakhir belum mampu menutupi lahan persawahan yang mengalami kekeringan. Ini menandakan intensitas hujan belum normal. Akibatnya, Kukar berpotensi mendatangkan beras dari luar untuk menutupi kebutuhan beras di Kukar.


“ Hujan sudah turun, namun belum mampu menutupi lahan pertanian yang retak-retak, akibat kemarau yang berkepanjangan di Kukar, “ kata Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumarlan.

 

 

Sebagian areal pertanian sudah ditanami padi, akan tetapi belum terlalu luas. Seperti yang ada di Kecamatan Loa Kulu, Tenggarong dan kecamatan lainnya. Dengan kondisi yang ada akan terjadi pergeseran masa panen. Ini akan mengganggu produksi beras di Kukar yang setiap tahun Kukar memberikan sumbangsih kebutuhan beras di Kaltim mencapai 30-40 persen. Total produksi padi mencapai 210.000 ton per tahun.


“Kalau terjadi keterlamabatan masa tanam, maka akan terjadi pergeseran masa panen, dan ini berpotensi mengganggu produksi padi, “ ujarnya.


Namun, Dekan Fakultas Pertanian Unikarta, M Fadli mengatakan, dari dulu juga sudah banyak berdatangan beras dari luar Kukar karena sistem perdagangan terbuka. Akan tetapi, Kukar belum memiliki data yang pasti berapa beras yang datang ke Kukar. Sentrapertanian di Loa Kulu seperti Desa Sumber Sari sudah mulai ditanami padi.


“Belum ada yang mendata termasuk Distan-TPH, berapa sih jumlah beras dari luar yang datang ke Kukar dan sudah beredar di pasaran,” katanya.


Sedangkan, untuk menanggulangi kekeringan lahan, bisa mengelola potensi perairan sungai Mahakam yang terbentang luas dan volume airnya sangat berlimpah. Distan hanya tinggal mengaktifkan 22 pompa air yang dimilikinya.


“Kita belum mengetahui kenapa 22 pompa air yang ada di Kukar yang diaktifkan hanya 2 unit saja sementara 20 masih menggangur. Kalau memang menyangkut dana operasional, kita bisa menggunakan dana subsidi untuk pertanian yang tersedia di APBD, “ ujarnya.

 

(Koran Kaltim)