Pemerintah Vietnam Terus Mendorong Petani Menanam Padi

Petani dan masyarakat perdesaan di Vietnam berjumlah hampir 60 juta jiwa atau dua per tiga dari jumlah penduduk. Lahan pertanaman padi mencapai 4,5 juta hektar dengan produktivitas rata-rata 5,2 ton/hektar.

Agar petani tetap menanam padi, pemerintah Vietnam memberikan tiga insentif. Pertama, insentif produksi, berupa bantuan benih, sarana produksi (saprodi), penyuluhan/pendampingan dan bantuan alat/mesin produksi lainnya.

 

Kedua, insentif harga, dimana pemerintah menerapkan aturan bahwa petani harus memperoleh keuntungan minimal 20% dari seluruh biaya memproduksi padi, sehingga siapapun pembelinya, pedagang pengumpul, BUMN/BUMD penggilingan padi, hingga eksportir harus taat pada aturan tersebut. Ketiga: insentif perpajakan.


Pemerintah menanggung pajak terhadap lahan yang digunakan untuk budidaya padi, dan menanggung pajak pengairan (irigasi) sehingga ongkos produksi tidak lagi terbebani oleh kedua pajak tersebut.


Gabah milik petani diproses oleh unit-unit penggilingan padi yang tersebar di sentra-sentra produksi padi. Menjadikan beras berkualitas merupakan tujuan unit usaha tersebut. Lebih dari separuh produk beras Vietnam berkualitas baik (± 10 juta ton), dengan tingkat kepecahan 5%, sisanya dengan tingkat kepecahan 10%, 15%, 20% dan 100%.


Untuk mendapatkan beras yang berkualitas, pelaku usaha menerapkan metode pengeringan menggunakan mesin-mesin modern dan melakukan penyimpanan dan distribusi dengan baik.


Sedangkan penyediaan stok beras dalam negeri di Vietnam diserahkan pada mekanisme pasar, namun pemerintah memiliki lembaga perdagangan pemerintah (State Trading Enterprises ), yaitu Vietnam Northern Food Corporation (VINAFOOD I) untuk menjamin stok beras nasional.


Secara umum beras dipasok ke konsumen domestik melalui saluran distribusi yang melibatkan petani, pengumpul, penggilingan padi, BUMD perberasan, pasar induk dan pasar retail.


VinaFood 2 merupakan Agensi Perdagangan Pemerintah (Parastatal) yang ditunjuk oleh Pemerintah Vietnam untuk melakukan bisnis pangan di Vietnam. Khusus untuk beras, VinaFood 2 menjalankan fungsi perdagangan beras internasional. Sedangkan penyediaan beras dalam negeri menjadi tanggung jawab VinaFood 1.

 

(Warta Agro)