Beras Vietnam Kuasai Pasar Dunia

Dalam 30 tahun Vietnam telah berubah dari pengimpor beras menjadi pengekspor beras kedua terbesar di dunia. Negara yang pernah tenggelam dalam kelamnya perang itu kini menjadi produsen beras terbesar di Asia Tenggara mengalahkan Thailand, dan produksi berasnya menguasai dunia.


Padahal jauh sebelumnya, Vietnam sempat belajar dari Indonesia bahkan pernah meminjam beras pada pemerintahan era orde baru. Namun ironisnya sekarang kita justru menjadi salah satu pengimpor beras terbesar dari Vietnam. Mungkin tidak salah kalau kita sekarang harus belajar mengelola produksi dan distribusi beras pada Vietnam.


Perubahan besar Vietnam dalam produksi beras diperoleh melalui penerapan sistem tata kelola stok dan kebijakan perberasan yang sangat memperhatikan kelangsungan usahatani padi/beras. Manajemen stok dibangun untuk pemenuhan konsumsi dalam negeri dan pasar ekspor.


Menurut peneliti di Lembaga Teknik Pertanian dan Teknologi Pasca Panen (Institute of Agricultural Engineering & Post Harvest Technology), Kementerian Pertanian dan Pengembangan Perdesaan Vietnam, untuk mewujudkan produksi dan tata kelola (management) stok beras di Vietnam, paling tidak ada lima aktor yang berperan. Mereka adalah petani, pelaku usaha, pemerintah, universitas, dan peneliti.


Tentu saja petani menjadi aktor utama untuk memproduksi padi hingga menjadi gabah. Ini adalah proses yang krusial karena dari merekalah awal dari proses produksi dan dimulainya pengelolaan beras. Pelaku usaha terdiri dari para pembeli atau pedagang yang membeli gabah dari petani, selain itu pelaku usaha juga mereka yang mengolah gabah menjadi beras.


Pada tataran yang lebih besar, pelaku usaha adalah mereka yang memperdagangkan beras di dalam negeri ataupun ekspor. Sedangkan Pemerintah menjadi regulator agar terjamin penyediaan beras di dalam negeri dan mengatur pengeluaran beras untuk tujuan ekspor.

 

Berikutnya, universitas dan peneliti fokus pada pengembangan sumberdaya manusia, pendampingan dan melakukan inovasi pada detil-detil proses agar dicapai produksi dan kualitas beras yang baik.

 

(Warta Agro)