Tidak Perlu Impor Pangan, Utamakan Jaminan Pangan Domestik

WABAH virus Covid-19 atau korona yang makin meluas ke seluruh negara di dunia melahirkan berbagai persoalan. Segala kebijakan pun diterapkan oleh setiap negara untuk melawan laju pandemi Covid-19.


Salah satu yang menjadi sorotan masalah ialah menyangkut ketersediaan pangan untuk masyarakat saat situasi pandemi Covid-19 yang dinilai harus mencukupi.


Akademisi sekaligus Guru Besar Ilmu Pertanian Universitas Gadjah Mada, Prof Masyhuri,menjelaskan, pemberian stimulus kepada petani lebih penting pada kondisi saat ini sehingga mampu memacu produksi guna menyiapkan kebutuhan pangan saat kegentingan situasi akibat Covid-19.


“Bukannya anti impor. Tapi begini, bila memang ketersediaan pangan domestik katanya cukup (selama masa krisis pandemi Covid-19) itu dulu yang diutamakan. Jangan produk pertaniannya masih ada tapi impor,” ujar Masyhuri, kemarin.


Menurut Masyhuri, mengandalkan kemampuan pertanian dalam negeri dan dukungan stimulus kepada petani dapat dijadikan salah satu penopang pertahanan Indonesia dalam kondisi krisis.


“Kita bisa juga ciptakan substitusi impor asal pembangunan pertanian di desa diperkuat. Konsisten membangun pertanian bakal memperkuat ekonomi nasional,” ujarnya.


Dia menambahkan, dengan jaminan ketersediaan pangan cukup baik dari pemerintah Indonesia saat krisis wabah virus Covid-19 bakal membawa kemandirian atas ketergantungan impor dari negara lain.


Sementara itu, guna memastikan stabilitas stok serta harga pangan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menggandeng para pelaku produsen dan pemasok pada Jumat pekan lalu.


Mentan bersama produsen dan pemasok melakukan kesepakatan pemenuhan 11 komoditas pangan pokok yakni, beras, jagung, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa stok pangan Indonesia sejauh ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 267 juta penduduk Indonesia.


Untuk itu, Jokowi berharap agar masyarakat tidak perlu panik, terlebih saat menghadapi pandemi virus korona. “Saya kemarin sudah cek di Bulog, saya melihat stok kita lebih dari cukup.


Apalagi April ini masih ada panen raya sehingga penyerapan oleh Bulog juga harus diatur,” katanya.


Meski stok pangan cukup, Presiden tetap meminta agar jajarannya terus memberi kepastian ketersediaan dan stabilitas harga barang-barang kebutuhan pokok lain yang diperlukan masyarakat.


Mengenai hal ini, Mentan SYL dalam berbagai kesempatan juga meminta agar produksi pertanian tetap berjalan bahkan digenjot hingga berlipat-lipat.


Apalagi, sektor ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional.


“Adanya musibah wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM pertanian untukmenggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor,” tutupnya.


(mediaindonesia.com)