Selandia Baru Tertarik Kerja Sama dengan Sulsel

MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menerima kunjungan tim kedutaan New Zealand membaas peluang kolaborasi bersama Sulsel di Baruga Lounge, Kantor Gubernur, Kamis (7/11/2019).


Pada kesempatan ini, Nurdin memaparkan beberapa program strategis di Sulawesi Selatan yang menjadi prioritas dalam era kepemimpinannya. Antara lain pembukaan daerah terisolir sebagai pusat ekonomi baru, optimalisasi teknologi dalam bidang pertanian untuk medukung supai pangan di Indonesia, serta pembukaan jalur ekspor langsung (Direct Call) melalui New Port Makassar (NPM).


“Saat ini kami berfokus pada pembukaan wiilayah baru yang nantinya akan menjadi pusat-pusat ekonomi baru,” sebut Nurdin Abdullah.


Nurdin Abdullah juga memaparkan hasil kunjungannya ke dua wilayah di Australia beberapa waktu lalu. Nurdin menyebutkan tentang pemanfaatan teknologi yang membantu produksi pertanian, perikanan, dan peternakan di Australia.


Ia melihat adanya peluang Sulawesi Selatan untuk mulai memanfaatkan teknologi di sektor paling potensial di Sulsel.


Nurdin mengatakan, memasuki tantangan bonus demografi 2030, Indonesia memiliki modal besar sebagai negara agraris dalam menopang pangan dunia.


“Kalau dulu kita minder sebagai negara agraris, sekarang saatnya kita bangga, karena ancaman ke depan bukan lagi perang dunia, tapi tentang kelangkaan pangan dunia, jumlah penduduk semakin bertambah, sementara luas bumi tidak ikut bertambah, kita bisa menjadi penopang pangan bagi dunia,” kata Nurdin.


Sementara, Trade Commissioner New Zealand Embassy, Diana Permana, menyebutkan, sharing knowledge bersama Gubernur Nurdin dalam rangka mengetahui lebih banyak Sulawesi Selatan sebagai pintu wilayah timur Indonesia.


“Kami ingin sharing knowledge untuk kolaborasi yang mungkin bisa dibangun bersama Sulsel,” jelas Diana.


Ia menyebut, peluang New Zealand melakukan kolaborasi dengan Sulsel ada pada wilayah peternakan dan pariwisata.


“Dengan berdialog bersama Gubernur kami melihat peluang untuk farming dan sustainable tourism, ini yang kami ingin gali lebih dalam lagi kurang lebih di sisi mana kita bisa transfer knowledge,” terangnya.


Diana mengaku sengaja memilih Sulsel karena daerah ini adalah gerbang Indonesia Timur yang maju dan telah siap serta didukung dengan infrastruktur dan perniagaan yang terbuka.


(sulselsatu.com)