Ganjar Pranowo Ajak Petani Tolak Impor Beras

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak petani setempat khususnya Kabupaten Cilacap untuk menolak impor beras karena produksi padi saat ini melimpah.

 

"Hasil seperti ini tidak hanya di Cilacap, hampir se-antero Indonesia. Masak masih impor beras," katanya saat memberi sambutan pada panen raya yang dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Cilacap, Jawa Tengah.

 

Dalam perjalanan dari Semarang menuju Cilacap dengan menggunakan helikopter, dia mengaku melihat hamparan sawah yang menguning karena memasuki masa panen. Oleh karena itu, dia menyayangkan jika masih dilakukan impor beras.

"Petani sanggup enggak (menolak impor beras)," katanya yang disambut tepuk tangan petani.

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan bahwa ke depan akan menghadapi perang untuk berebut pangan karena saat sekarang sudah perang memperebutkan energi.

 

Dengan demikian, kata dia, kedaulatan pangan dan kedaulatan energi merupakan suatu keharusan. "Kita harus yakin mampu bangkit dan mampu berproduksi untuk mencukupi kebutuhan pangan sendiri," katanya.

 

Ia mengatakan bahwa produksi gabah kering panen di Jawa Tengah pada 2015 mencapai 11,05 juta ton atau melebihi target yang sebesar 10,22 juta ton.

 

Menurut dia, petani tidak perlu menargetkan produktivitas yang tinggi atau di atas 8 ton per hektare karena dengan 7 ton per hektare saja sudah mencukupi kebutuhan pangan. "Dengan 7 ton per hektare saja sudah bisa menyelamatkan negara ini," katanya.

 

Terkait puncak musim panen yang akan berlangsung pada bulan Maret 2016, Ganjar meminta seluruh kabupaten/kota di Jateng untuk memantau perkembangan harga gabah di lapangan dan melaporkannya minimal dua kali dalam seminggu.

 

"Kalau ada yang harganya ambles (anjlok), tolong laporkan ke saya. Harusnya, petani saat panen raya menghasilkan harga yang raya juga," katanya.

 

(Okezone.com)