China Ingin Tambah Impor Produk Perikanan dari Indonesia

Medan| Pemerintah China menawarkan kerja sama untuk meningkatkan ekspor produk perikanan dari Indonesia ke China, yang saat ini baru menguasai 5 persen dari total kuota impor negara itu.


Duta Besar China (Tiongkok) untuk Indonesia, Xiao Qian mengatakan Indonesia dan Tiongkok memiliki peluang kerja sama yang dapat saling mengisi satu sama lain melalui ekspor-impor produk perikanan.


Dia mengatakan setiap tahunnya Tiongkok melakukan impor produk perikanan sebesar 4 juta ton dari berbagai negara. Ekspor produk perikanan dari Indonesia, menurutnya, dapat dioptimalkan ke depannya.


Dari nilai tersebut, Indonesia baru mengekspor 200.000 ton produk perikanan atau 5% dari kuota impor perikanan ke Tiongkok setiap tahunnya.


“Indonesia memiliki ruang kerja sama yang luar biasa besar. Jika kita memulai kembali kerja sama kelautan dan perikanan, saya yakin ekspor produk perikanan Indonesia ke Tiongkok pasti akan mencapai angka yang luar biasa besar,” ujarnya, saat menemui Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, pekan lalu.


Seperti dikutip dari keterangan tertulis KKP, Minggu (3/11/2019), Xiao Qian mengucapkan selamat atas dilantiknya Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2019-2024.


“Indonesia memiliki wilayah perairan yang luas dan sumber daya bahari yang melimpah. Sementara Tiongkok memiliki pasar yang luar biasa besar,” jelasny alagi.


Menanggapi tawaran ini, Menteri Edhy menyambut baik usulan Tiongkok. Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, industri perikanan Indonesia perlu dioptimalkan, termasuk dalam membangun sektor budidaya.


Salah satunya, terkait kendala yang dihadapi Indonesia untuk mencegah virus dalam budidaya udang. Dia mengatakan China dapat berbagi teknolgi dan ilmu di bidang budidaya perikanan kepada Indonesia.


“Tiongkok adalah salah satu negara yang memiliki teknologi dan ilmu untuk mencegah penyebaran virus penyakit udang. Kami perlu belajar dari negara Anda terkait teknologi di bidang budidaya ini,” ujarnya.


Menteri Edhy melanjutkan, Indonesia terbuka terhadap peluang kerja sama yang baik antara kedua negara.


Kendati begitu, ia menekankan bahwa setiap kerja sama yang dilakukan akan mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal dan devisa bagi Indonesia.


“Tentunya, kami berkepentingan di negara kami bahwa setiap kerja sama yang kita lakukan akan menyerap lapangan pekerjaan dan menghasilkan devisa,” ujarnya


(suaratani.com)