Pengamat Pertanian Nilai Tercapainya Lonjakan Ekspor Disebabkan Kementan Bisa Penuhi Syaratnya

JAKARTA - Tantangan besar ekspor pertanian yang selama ini dituntut di setiap masa pemerintahan, selama lima tahun terakhir ini dinilai mampu dituntaskan cukup baik.


Menurut pengamat pertanian UGM Ali Agus, Kementerian Pertanian (Kementan) mampu menyusun sistem yang baik guna mengoptimalkan peningkatan komoditas ekspor.


"Mekanisme pelayanan yang baik, koordinasi, kerja sama antara produsen (petani), pelaku usaha dan Kementan serta kemudahan regulasi dari Kementan jadi kuncinya," ujar Ali Agus, Kamis (24/10/2019).


Ali Agus menuturkan, mengenai ekspor pertanian bakal terus menjadi tantangan Kementan ke depannya. Oleh sebab itu, ucap Ali Agus, jika target kualitas produksi dan distribusi tidak dijaga baik, maka dapat saja ekspor menurun.


"Supaya dapat laku sesuai kebutuhan di pasar dunia. Ekspor dapat terus meningkat setiap tahunnya. Tentu layanan yang baik, harga bersaing dan kualitas terjaga," kata Ali Agus.


Agus berpendapat, selama ini Kementan mampu memelihara syarat penunjang ekspor pertanian sesuai mandat dari Presiden Jokowi. Diharapkan ke depannya dapat lebih lagi ditingkatkan.


Menyoal ekspor pertanian, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa dari tahun 2013-2018 ekspor pertanian Indonesia terus melesat mencapai 26,9 persen.


Tahun 2013, ekspor produk pertanian Indonesai masih berada di angka 33,5 juta ton. Namun secara bertahap menanjak dan di tahun 2018 ekspor produk pertanian telah menjadi 42,5 juta ton.


Sedangkan tahun 2019, Mentan Amran Sulaiman pernah mengungkapkan bila menargetkan kenaikan lagi produk ekspor pertanian Indonesia hingga sebesar 45 juta ton.


(jakarta.tribunnews.com)