Kementan 'Cita-cita' Setop Impor Bawang Putih Usai 2021

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pertanian (Kementan) bercita-cita menyetop impor bawang putih usai tahun 2021 mendatang. Artinya, sampai periode tersebut, Indonesia masih akan mengimpor bawang putih.


Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi mengakui Indonesia sudah mengimpor bawang putih sejak lama. Karenanya, sejak dua tahun lalu, Kementan menyusun strategi agar bisa swasembada bawang putih.


Caranya, dengan penanaman lahan bawang putih secara bertahap. Kemudian, hasil produksinya digunakan untuk benih. "Pada 2021 langsung setop. Tidak ada impor bawang putih," ujarnya setelah menghadiri acara uji coba B100 di Kantor Kementan, Senin (15/4).


Saat ini, luasan lahan bawang putih di Indonesia telah mencapai 20 ribu hektare (ha). Pada 2021, luasan lahan itu ditargetkan mencapai 69 ribu ha. Sebagai catatan, setiap hektare lahan bawang putih dapat menghasilkan setidaknya 8 ton.

"Semua produksi sekarang untuk benih, bukan untuk konsumsi," jelasnya.


Penanaman bibit juga melibatkan importir bawang putih. Dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38/Permentan/HR.060/11/2017 tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), pelaku usaha yang ingin mengimpor bawang putih harus menanam bawang putih untuk menghasilkan produksi 5 persen dari volume permohonan RIPH.


Hingga kini, Kementan telah menerbitkan rekomendasi impor bawang putih kepada 8 perusahaan.


"Kami tidak memberikan rekomendasi volume. (Volume) Itu di Kemendag. Tapi itu setara untuk pemenuhan kebutuhan tiga bulan," katanya.

 

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), rata-rata harga bawang putih terus menanjak. Hari ini, rata-rata harga bawang putih ukuran sedang di pasar tradisional di Indonesia menembus Rp41.650 ribu per kilogram (kg) atau naik 7,76 persen secara harian.


Bahkan di DKI Jakarta, harga bawang putih sudah menembus Rp58.350 per kg atau naik 9,37 persen.


(cnnindonesia.com)