Pecah Telor ! Santan Kelapa Asli Indonesia Melalangbuana

Bandar Lampung --- Akhirnya Indonesia berhasil mengekspor secara perdana santan ke tiga negara. Ini merupakan prestasi bagi perkembangan industri pengolahan bahan dasar pertanian yakni kelapa segar di tanah air khususnya Provinsi Lampung.


Ekspor perdana santan kelapa milik PT Sari Segar Husada (SSH) tersebut ditujukan ke Singapura, Kroasia dan Tanzania.


Ditaksir, ekspor santan kelapa tersebut sejumlah 118 ton atau setara dengan Rp 2 miliar atau US$ 157,5 ribu.


"Alhamdulilah, kita mampu menembus persyaratan protokol perkarantinaan di negara tujuan," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Ihsan Noegroho saat menyerakan Surat Kesehatan Tumbuhan atau Phytosanitary Certificate kepada eksportir guna memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor di Bandar Lampung, Rabu (6/3).


Untuk dapat menembus pasar manca negara bukan hal mudah, karena komoditas pertanian harus memenuhi standar yang dipersyaratkan dengan kualitas dan keamanan pangan produk yang sangat ketat. Diperlukan kerjasama yang baik berbagai pihak.


Kepala Karantina Pertanian Lampung, Muh Jumadh menyampaikan PT. SSH merupakan perusahaan yang mengolah buah kelapa segar menjadi santan dan dengan dukungan fasilitas layanan inline inspection.
Karantina Pertanian memastikan kelayakan bahan baku, proses produksi hingga produk siap diekspor serta memenuhi persyaratan fitosanitari negara tujuan.


Hal ini sekaligus membuktikan bahwa komoditas pertanian kita, khususnya Lampung telah mampu berdaya saing di pasar internasional.
Direktur PT.SSH, Hendra Jaya menyatakan bahwa tahun 2018 perusahaan berhasil membukukan nilai ekspor produk olahan kelapa sebesar Rp 1,77 triliun dan diprediksi akan meningkat di tahun 2019 dengan kisaran sebesar Rp 1,79 triliun.


Sementara berdasarkan data System Layanan Karantina Pertanian-Lampung bulan Januari-Februari 2019 bahwa PT. SSH telah mengekspor produk hasil kelapa sejumlah 1.952,3 ton dengan frekuensi pengiriman sebanyak 37 kali.
Penguatan Investasi


Pada kesempatan sama, pemerintah daerah Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kasie Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Provinsi Lampung, Alfaizah menghimbau agar PT. SSH bersama-sama dengan mitra usahanya untuk dapat mulai melakukan investasi pengembangan usaha yang lebih luas berorientasi ekspor.


Sejalan kebijakan pemerintah melalui Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, guna menggenjot ekspor asal non migas, Badan Karantina Pertanian melalui program Agro Gemilang terus menggalakkan percepatan ekspor juga bagi pemula pelaku usaha agribisnis.


Bimbingan teknis ini di tujukan agar para pelaku usaha siap memasuki bisnis eksportasi produk pertanian.


"Kami kawal dengan layanan layanan sertifikasi fitosanitari yang efektif, efisien dan akuntabel," tukas Ihsan.


(tabloidsinartani.com)