Bulog Pastikan Tak Ada Impor Beras Sampai Juli 2019

JAKARTA - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan tidak akan mengimpor beras sampai Juli 2019, lantaran cadangan beras nasional diklaim melimpah. Dirut Bulog Budi Waseso atau yang biasa disapa Buwas menerangkan, cadangan panen raya yang terjadi di Februari akan menyerap 1,8 juta ton beras sehingga tentunya bakal tambah cadangan beras Bulog.

 

 

"Pedoman kita BPS, mulai Februari sudah mulai ada panen. Kalo kita bisa menyerap maksimal karena produksi optimal, berarti stok ambah kuat yang hari ini dikeluarkan akan digantikan dengan penyerapan," ujar Buwas di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

 

Sambung dia mengaku sudah berkoordinasi dengan beberapa menteri dan juga para petani, untuk memastikan penyerapan sebesar 1,8 juta ton beras bakal tercapai. Apalagi stok beras Bulog mencapai 2,1 juta ton.


"Nah target saya, sampai bulan Juni bisa menyerap 1,8 juta dan itu sudah ada gudangnya juga. Next, kalau nanti kita ternyata membutuhkan penyerapan lagi, gudangnya ada semua," katanya.


Lebih lanjut, Buwas menerangkan sudah mengatur dengan baik dan mulai menghitung berapa kebutuhan serta kekuatan produksi dalam negeri. Hal ini dalam upaya untuk menekan laju impor beras. "Kita terus evaluasi, jadi perubahan itu terus sambil berjalan. Nanti hasil penyerapannya seperti apa. Nah kalau ada perubahan Harga Pokok Penjualan (HPP) itu juga akan menyangkut kenaikan harga berikutnya dan akan pengaruhi inflasi," terang dia.

 

(sindonews.com)