Kementan Dorong Ekspor Produk Peternakan

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan Fini Murfiani mengatakan, mendorong ekspor produk peternakan menjadi salah satu misi utama Kementan. Karena itu, upaya-upaya pengendalian penyakit menjadi focus utama, contohnya upaya restrukturisasi perunggasan, terutama untuk unggas lokal di sektor 3 dan 4 yang menjadi sumber utama outbreak penyakit Avian Influenza (AI).

 

“Ditjen PKH Kementan terus berusaha membangun kompartemen-kompartemen AI dari penerapan sistem biosecurity. Awalnya, hanya 49 titik, saat ini sudah berkembang menjadi 165 titik dan 18 titik masih dalam proses sertifikasi. Kementan merancang kegiatan ini agar peternak lokal dapat menerapkannya. Karena kompartemen- kompartemen yang dibangun oleh Indonesia diakui oleh Negara lain. Dengan terbentuknya kompartemen- kompartemen, Indonesia dapat melakukan ekspor,” kata dia.

 

Diarmita juga menjelaskan, untuk menjamin keamanan pangan, sudah ada 2.132 unit usaha ber-NKV (Nomor Kontrol Veteriner) yang merupakan bukti tertulis sah pemenuhan persyaratan higienitas sanitasi sebagai jaminan keamanan produk hewan pada unit usaha produk hewan.

“Pengendalian penyakit menjadi hal kritis. Jepang dikenal dengan penerapan high standard yang ketat dalam upaya perlindungan masyarakatnya. Dalam hal ini, Jepang telah mengakui kemampuan kita mengatasi penyakit genetik,” kata Diarmita.

 

Sedangkan Deputi General Manager Ekspor Impor Divisi Food PT Charoen Pokphand Indonesia Jessica menyatakan, pihaknya telah mengekspor produk olahan unggas dengan berbagai merek sesuai pangsa pasar ke Jepang, Timor Leste, dan Papua Nugini. Proses untuk bisa ekspor cukup panjang karena Jepang menerapkan syarat yang ketat.

 

Bahkan, Jepang mengirimkan tim karantinanya memeriksa ke fasilitas produksi dan peternakan Charoen. Setelah itu, baru mereka mengeluarkan rekomendasi yang menyatakan Charoen bisa ekspor ke Jepang. “Validasinya dua tahun dan bisa diperpanjang. Kami sudah perpanjang dua kali,” kata Jessica.

 

(id.beritasatu.com)