Kabupaten Bandung Ekspor 42 Komoditas Hortikultura

Sebanyak 42 komoditas hortikultura asal Kabupaten Bandung siap di ekspor ke 12 negara. Diantaranya China, Singapura dan Hongkong.

 

 

“Beraneka ragam jenis tanaman hortikultura ada di sini, mulai dari terong, kubis, kentang sampai baby buncis. Atas perhatian yang diberikan kementerian, Alhamdulillah sampai saat ini Kabupaten Bandung masih bertahan sebagai kabupaten terbaik dibidang pangan sekaligus sebagai penopang pangan di Jawa Barat,” kata Bupati Bandung Dadang M Naser, Minggu (6/1).

 

Menurut Dadang, pihaknya akan memperkuat tanaman yang biasa tumbuh di empat musim. Begitu juga dengan bibit yang digunakan petani harus berkualitas tinggi. Termasuk pembinaan terhadap petani serta manajemen pengelolaan dan pemasaran sangatlah penting untuk terus ditingkatkan.

 

“Kita pernah kuat sebagai penghasil stroberi terbaik, dan saat ini kita sedang perbaiki pembibitannya. Masyarakat juga sedang semangat menanam kentang. Dengan diperkuatnya tanaman empat musim ini, tidak perlu lagi impor, kita harus ekspor. Yang terpenting adalah bagaimana para petani ini mendapatkan bibit yang berkualitas, baik untuk hortikultura maupun pangan lainnya. Selain itu untuk meningkatkan kualitas komoditas, pembinaan kepada para petani pun sangat dibutuhkan,” katanya.

 

Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Bandung, Tisna Umaran, menambahkan, pihaknya akan memfasilitasi petani untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian serta memenuhi kualifikasi ekspor.

 

“Permintaan dari luar sebenarnya terus meningkat, sampai saat ini kita juga terus memfasilitasi petani agar hasil pertaniannya bisa memenuhi kualifikasi ekspor dan eksportir pun tidak kesulitan mencari pasokan. Oleh karena itu kita akan fokus kepada komoditas yang biasa ditanam di Kabupaten Bandung,” katanya.

 

Tisna menjelaskan, pihaknya tidak menentukan komoditas apa yang menjadi unggulan, tapi lebih mengutamakan kesejahteraan petani lokal.

 

“Pada 2019 ini pemerintah pusat masih konsentrasi pada swasembada pajale (padi, jagung dan kedelai). Kita semua tahu padi merupakan komoditas yang stategis dan merupakan bahan pokok kehidupan manusia. Untuk komoditas lokal sendiri kami kembalikan ke pasaran, apa yang dibutuhkan dan harganya menarik kami akan penuhi, yang penting bisa memberikan kesejahteraan bagi masayrakat,” ujarnya.

 

(inilahkoran.com)