Kementan: Ekspor Hortikultura 2018 Meningkat 11,92 Persen

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, mengatakan, ekspor hortikultura pada periode Januari-Desember 2018 naik 11,92% dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu. Pada periode tersebut ekspor sayuran naik 4,8% dan ekspor buah naik signifikan sebesar 26,27%.

 

 

"Jenis buah yang banyak diekspor antara lain nanas, pisang, dan manggis. Neraca perdagangan durian kita pada periode tersebut untuk pertama kalinya mencatatkan rekor surplus setelah beberapa tahun selalu defisit," ujarnya saat mendampingi Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau budidaya sayuran di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), Kamis (3/1).

 

Sedangkan untuk volume ekspor tanaman hias, lanjut Suwandi, juga mengalami kenaikan yakni sebesar 7,03%. Adapun nilai ekspor hortikultura sepanjang Januari-November 2018 mencapai Rp5,69 triliun.

 

Terkait ekspor sayuran segar, Suwandi menegaskan, pihaknya akan terus mendorong perbaikan teknologi budidaya yang lebih ramah lingkungan demi menghasilkan produk yang layak konsumsi dan mendukung peningkatan gizi masyarakat.

 

"Potensi produksi sayuran kita mengisi pasar ekspor masih terbuka luas. Kita tinggal tingkatkan lagi kualitas produksi dan penanganan pascapanennya, mengingat tuntutan konsumen makin menghendaki sayuran yang fresh dan menyehatkan," ungkapnya.

 

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal yang juga hadir dalam meninjau budidaya dan pelepasan ekspor, mengaparesiasi ekspor pangan yang telah dicapai di era Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

 

Menurutnya, ini merupakan bukti dari dampak inovasi pertanian yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) seperti teknologi benih dan terutama alat mesin pertanian. Bahkan, capaian ekspor naik 29% dan penurunan inflasi 1,26% merupakan wujud nyata penggunaan APBN sektor pertanian.

 

"Ekspor yang meningkat ini sudah menopang devisa yang masuk ke Indonesia. Jadi kita tidak terus-terusan impor pangan lagi. Malah pasokan pangan negara lain kita bisa penuhi. Ke depan, mudah-mudah Indonesia menjadi lumbung pangan Asia, bahkan dunia bisa terwujud," ujarnya.

 

Cucun menilai kinerja ekspor pangan saat ini sesui dengan harapan. Begitu pun terkait inflasi, penyumbang terbesarnya dari sektor pertanian.

 

 

"Awalnya saya pesimis ketika menghitung asumsi makro APBN 2019, betul nggak Menteri Keuangan berani menahan inflasi di angka 3%," katanya.

 

"Ternyata dibuktikan penyumbang terbesarnya dari sektor pangan. Bayangkan, dari 10,5 menjadi 1,26%. Ini luar biasa, salah satu kerja nyata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman," ujarnya.

 

Anggota Komisi IV DPR RI, Erislan pun mengaku bangga akan kinerja pertanian saat ini. Selaian capaian ekspor yang mengalami peningkatan dan berhasil membalikkan impor ke ekspor, juga menyambut baik program Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk berdaulat benih.

 

"Saya menyambut baik kerja Menteri Amran yang mau mengembangkan bibit sendiri. Kami pun mendukung kinerjanya yang terus dorong ekspor," katanya.

 

Acara pelepasan ekspor ini juga dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Erislan, Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi; dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat, Ida Nurhamidah.

 

(gatra.com)