Pakistan Sudah Sanggup Sediakan Beras untuk Indonesia

Nota kesepahaman yang diteken Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong dengan pemerintah Pakistan memberikan angin segar bagi ketersediaan beras nasional. Pasalnya, Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti menuturkan, Pakistan telah menyatakan sanggup menyediakan beras untuk Indonesia hingga 1 juta ton. “Tapi (kabar) ini kan mesti dieksplorasi lebih dalam. Lagi pula barang ini tidak segera bisa bergerak. Tentu ada waktu. Sehingga selain menghitung potensi yang ada, kita menghitung juga kapasitas pergerakkannya per bulan. Seingat saya hanya 100.000 ton,” kata Djarot ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (14/1/2016).

 

Lebih jauh Djarot mengungkapkan, kesepakatan dengan pemerintah Pakistan soal imporasi beras sejauh ini masih berupa nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU). Namun, dengan adanya MoU ini, Bulog bisa sewaktu-waktu mendatangkan beras dari Pakistan jika ketersediaan beras dirasa kurang. “Tentu nanti pada saat bapak-bapak regulator memutuskan untuk membeli, misalnya harus menambah (cadangan), maka kita bisa gunakan dasar MoU itu untuk melakukan kontrak,” kata dia lagi.


Djarot bilang, hingga Maret 2016 impor beras yang dibutuhkan RI mencapai 1,5 juta ton. Ihwal pembiayaan impor itu, Djarot mengaku Bulog tidak lagi mengalami kendala. Sebabnya, Bulog sudah mendapat dukungan dari sejumlah lembaga pembiayaan seperti BRI, BNI, dan Bukopin.

 

(Kompas.com)