Benih Padi Asal China Mengancam Swasembada Beras RI

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, berhasil menggagalkan penyelundupan 16 kilogram benih padi ilegal asal China ke Indonesia. Benih padi yang dibawa tiga pria berkewarganegaraan China itu ditemukan di dalam koper yang dikemas di dalam kaleng.

 

Benih padi asal Hainan, China itu diduga mengandung bakteri yang dapat membahayakan pertanian Indonesia seperti Dickeya Chrysanthemi.

 

Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian dalam keterangan persnya, mengapresiasi petugas Balai Karantina di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta jeli mengetahui rencana pemasukan benih padi ilegal asal China tersebut. Jika lolos, 16 kg benih padi ilegal itu akan dibawa ke Yogyakarta untuk ditanam di sana.

 

Para pelaku sengaja memasukkan benih padi tersebut ke dalam koper yang sudah dikemas dalam kaleng, untuk mengelabui petugas agar dalam penampakan pada X-ray menjadi tidak jelas. Benih tersebut selanjutnya diamankan karena tidak dilengkapi dokumen persyaratan.

 

Badan Karantina Pertanian Kementan mengatakan benih padi asal China ini berpotensi membawa penyakit baru yang disebabkan oleh organisme dari golongan cendawan, bakteri ataupun virus di antaranya adalah Dickeya chrysanthemi, Pseudomonas syringae pv syiringae, Barley Stripe Mosaic virus dan tercatat lebih dari 10 organisme lainnya yang belum ada di Indonesia.

 

"Apabila organisme pengganggu tumbuhan yang mungkin menempel pada benih padi tersebut masuk dan menyebar ke dalam wilayah Indonesia, tentu dapat melumpuhkan ekonomi kita," tulis keterangan yang dilansir laman karantina.pertanian.go.id.

 

Temuan ini sangat mengejutkan. Pasalnya, padi merupakan salah satu komoditi pangan strategis yang menjadi andalan perekonomian Indonesia. Saat ini, padi menjadi komoditi yang sedang ditingkatkan produksinya melalui program upaya khusus dalam rangka mendukung swasembada pangan dan mempersiapkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045.

 

"Dapat dibayangkan apabila benih padi ini lolos dari pengamatan petugas karantina, berapa hektare lahan yang bisa ditanami oleh benih ilegal sebanyak 16 kg asal China," terangnya.

 

Sebelumnya, Blai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, pada Sabtu, 28 Oktober 2017 lalu, mengamankan 16 kilogram benih padi dari tiga orang pria asal China. Benih padi itu diamankan karena mau dibawa masuk ke wilayah Indonesia tanpa melalui prosedur yang berlaku.

 

Saat diinterograsi petugas, tiga WNA itu mengaku tiba di Indonesia dari Hainan, Tiongkok, menggunakan pesawat Malaysia Airlines MH-379 yang sebelumnya transit di Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka akan menuju Yogyakarta untuk menanam benih padi tersebut.

 

(Viva.co.id)