Pemerintah Diimbau Hati-Hati Bicara soal Impor Beras

Pemerintah diimbau untuk berhati-hati ketika berbicara mengenai kegiatan menghentikan impor bahan pokok. Sehingga, setiap kebijakan tidak dimanfaatkan secara negatif oleh oknum. 

 

Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf mengatakan, beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo mengumumkan kebijakan baru, yaitu akan impor beras jika stok di dalam negeri mengalami kekurangan.

 

 

"Ini artinya apa, pemerintah akan menutupi kekurangan stok beras kalau sudah sedikit dan ketika terjadi lonjakan harga atau gagal panen. Ini efeknya buat orang takut menimbun beras," kata Syarkawi di Jakarta, Sabtu (20/6/2015).

 

Kondisi tersebut sangat berbeda, ketika Jokowi pada awal-awal tahun ini mengatakan bahwa pemerintah tidak akan impor beras. Sontak pernyataan itu membuka peluang oknum pedagang melakukan penimbunan agar harga beras naik.

 

"Kalau enggak impor, yang nimbun itu semangat," tutur Syarkawi. (Tribunnews)