Kementan Dorong Pemulihan Pangan di Asean dan Global

JAKARTA--Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong kerangka pemulihan ekonomi jangka panjang untuk wilayah Asean dan Global secara menyeluruh pada bidang pangan dan kehutanan. Pemulihan perlu dilakukan mengingat sektor pangan adalah kebutuhan utama yang harus dijaga bersama, terutama dalam situasi pandemi Covid 19.

Pacu Ekspor Saat Pandemi, RI Kolaborasi dengan UAE

Para pelaku usaha Indonesia melakukan kerja sama dengan pelaku usaha Uni Emirat Arab (UEA) untuk meningkatkan ekspor di tengah pandemi Covid-19.

Kemitraan tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Ekspor dan Impor Produk dan Komoditas Perdagangan antara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dengan dua perusahaan UEA yaitu Al Buraq Investment L.L.C dan Hong Kong Star Foodstuff Trading L.L.C, Kamis (15/10/2020).

Merespons peringatan FAO, Pemerintah siapkan pangan berkelanjutan

Dalam setahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin bergegas menyiapkan produksi pangan berkelanjutan sebagai respons adanya peringatan dari Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) terhadap potensi kelangkaan pangan.

"Sementara lembaga pangan dunia (FAO) mengeluarkan peringatan potensi kelangkaan pangan dunia, dampak pandemi COVID-19 di masa mendatang. Pemerintah bergegas menyiapkan produksi pangan berkelanjutan," seperti dikutip dari Buku Laporan Tahunan 2020, Peringatan Setahun Jokowi-Ma'ruf: Bangkit Untuk Indonesia Maju, di Jakarta, Selasa.

Neraca Dagang Produk Pertanian RI Alami Defisit

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat neraca perdagangan produk pertanian mengalami defisit sebesar US$2,81 miliar, dengan nilai ekspor US$2,4 miliar dan impor US$5,21 miliar pada periode Januari-Agustus 2020.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan Muhri mengatakan, produk-produk pertanian Indonesia banyak diserap oleh negara besar, salah satunya China. Namun begitu, potensi ekspor sejumlah komoditas, termasuk buah-buahan masih bisa dimanfaatkan lebih besar lagi.