Kemarau, Kementan Imbau Daerah Maksimalkan Alsintan

JAKARTA, iNews.id - Menghadapi musim kekeringan, Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau dinas pertanian di kabupaten dan kota untuk memaksimalkan alat mesin pertanian (alsintan) agar petani dapat terus berproduksi.

Kementan: Pola Tanam Bisa Percepat Stabilisasi Harga Cabai

JAKARTA -- Beberapa pekan terakhir harga aneka cabai di beberapa sentra produksi mengalami kenaikan yang diakibatkan terbatasnya sumber air di dataran tinggi dan kurang terawatnya pertanaman selama harga rendah waktu sebelumnya. Faktor lainnya karena terhambatnya distribusi hasil panen dari daerah sentra ke nonsentra akibat mahalnya biaya jasa ekspedisi.

4 Langkah Strategis Kementan Hadapi Musim Kemarau

Kementerian Pertanian ( Kementan) dan Pemerintah Daerah (Dinas Pertanian Provinsi, Kabupaten/Kota) melakukan beberapa langkah operasional untuk mengatasi musim kemarau tahun ini.

Pertama, merencanakan jadwal tanam dan pemilihan komoditas tanaman yang tahan kekeringan.

Seperti tanaman jagung serta ubi kayu di bulan Agustus dan September karena merupakan puncak bulan kekeringan.

 

Kedua, pengaturan dan penjadwalan buka tutup pintu-pintu air di waduk atau bendungan dengan memanfaatkan informasi tinggi muka air (TMA) yang ada di aplikasi Si-Perditan.

 

Ketiga, optimalisasi penggunaan pompa-pompa air pada sumber-sumber air seperti dam-parit atau sumur dangkal dan dalam oleh Brigade Tanam.

 

Keempat, penerapan sistem pembibitan kering dan dapog (tray) serta pengolahan tanah awal.

Langkah tersebut dilakukan agar ketika hujan turun, bibit dapat langsung ditanam karena adanya kemunduran awal musim hujan selama 1-2 bulan, yakni bulan Oktober dan November. 

Kementan Latih 32 Eksportir Benih Guna Pacu Volume Ekspor

Meningkatkan volume ekspor menjadi satu dari lima kebijakan strategis Kementerian Pertanian untuk menggenjot ekspor komoditas pertanian. Melalui Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP), unit kerja dibawah Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementan menggelar pelatihan khusus bagi 32 eksportir benih komoditas pertanian asal Jabodetabek, Jabar, Jateng dan Jatim.

Keren Banget Nih Program SERASI Kementan

Hari Pangan Sedunia di desa Jajangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola) berhasil membangunkan lahan dari kondisi mati suri menjadi produksi. Bahkan dengan perbaikan infrastruktur jaringan tata air dan teknologi budidaya, produktivitas padi mampu mencapai 8 ton per hektar, begitu pula dengan komoditas lainnya seperti sayuran, bebek, dan ikan.